Terbaru

Petani Talas Jepang di Desa Fadoro Hilimbowo Terancam Gagal Panen

Kondisi Lahan Tanaman Talas | Foto: Yorynt Bate'e
Gunungsitoli Alo'oa - Masyarakat petani talas Jepang di Desa Fadoro Hilimbowo Gunungsitoli Alo'oa Kota Gunungsitoli merasa kecewa karena tanaman talas yang di pelihara selama ini terancam gagal panen.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang petani talas di desa tersebut kepada wartanias.com, Kamis (6/11/2014) di lahan yang sedang di olahnya. 

Petani yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, kepada wartanias.com mengatakan bahwa bibit talas jepang didapatkan dari Dinas Pertanian, Perikananan dan Kelautan Kota Gunungsitoli beberapa waktu lalu dimana pada bulan Mei 2014 hingga Agustus 2014 lalu telah ditanami namun hingga saat ini belum ada yang dapat dipanen akibat bibit talas lebih banyak mati setelah bertunas.

“Bibit talas jepang yang di berikan oleh dinas pertanian, perikanan dan kelautan kota gunungsitoli dimana kami memulai menanam dari bulan mei lalu, namun setelah kami tanam dan beberapa minggu setelah bertunas talas jepang tersebut mati. Melihat kondisi tersebut dinas pertanian memberikan petunjuk untuk di berikan obat namun malah lebih banyak yang mati hingga bulan agustus 2014," terangnya.

Ianya menjelaskan bahwa pada dasarnya Dinas Pertanian responsif ketika mendengar kejadian tersebut dengan cara memberikan pupuk dan obat-obatan untuk menghindari penyakit yang menyebabkan matinya tanaman, namun pihaknya menduga bahwa pupuk dan obat-obatan yang diberikan tidak tepat dibuktikan dengan talas yang terus menerus mati.

"Melihat kondisi tanaman talas jepang kami tersebut, dinas pertanian memberikan pupuk serta obat-obat untuk menghindari hama penyakit tersebut, namun tidak juga berhasil, kami menilai bahwa pupuk maupun obat-obatan tersebut tidak berkualitas, walaupun demikian kami terus berusaha merawat sisa-sisa talas jepang yang masih hidup untuk mengembalikan jeri payah kami yang selama ini dengan kami membeli obat-obat dari luar," tuturnya dengan nada kesal.

Pantauan wartanias.com di lokasi lahan talas jepang di desa fadoro hilimbowo kecamatan Gunungsitoli Alo’oa bahwa deretan lokasi tanaman talas jepang di penuhi dengan rumput serta tunas yang berumur sekitar dua minggu kebanyakan tidak ada yang hidup.

Hingga berita ini dinaikkan pihak Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli belum dapat dikonfirmasi karena kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kota Gunungsitoli tidak berada di kantornya.(Yorynt Bate'e)
 border=  border=

Terbaru

Gunungsitoli

Nias

Nias Utara