Berita Terbaru
Loading...
Senin, 27 Juni 2016

Lagi, Tiga Nelayan Hilang Di Perairan Antara Aceh Dan Nias

Basarnas melakukan pencarian  |Foto: Dok.Fb Pos Sar Nias
Gunungsitoli,- Tiga nelayan asal Aceh, diduga hanyut terseret gelombang laut sejak hari Jum’at 24 Juni 2016 kemarin. Penyebab hilangnya nelayan tersebut diduga karena perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan pada mesin ditambah cuaca buruk dan badai besar.

Dari data yang didapat wartawan dari Tim SAR Pos Nias, ketiga nelayan itu adalah Rajikin (50) sebagai tekong, Jiat (18) dan Wiro (18).

"Sampai saat ini kami masih melakukan pencarian dengan menyisir di Perairan antara Nias dan Aceh," ujar Kepala Pos SAR Nias, Bobby Purba, Senin (27/06/2016).

Buruknya cuaca membuat Tim SAR Nias dan Polairud dari Polres Nias kesulitan melakukan pencarian kepada ketiga nelayan tersebut. 

Dikatakan Bobby, Tim yang melakukan pencarian kepada tiga nelayan tersebut adalah dari Pos SAR Nias, SAR Semeuleu dan SAR Singkil serta dibantu masyarakat nelayan setempat.

"Saat ini Tim SAR sedang melakukan pencarian keberadaan tiga nelayan yang bermuatan Sirtu tonase 20 GT, dalam kondisi cuaca buruk,"ucapnya.

Ditambahkan Bobby, informasi yang mereka terima baik dari Pos SAR Nias, Semuelue dan Singkil, terdapat sebuah Boat yang tidak memiliki nama kapal, berwarna dek biru, dasar bawah merah hati, berada di Posisi Palambak dan Pulau Pinang yakni di perjalanan dari Singkil menuju Pulau Haloban aceh.

“Jadi Tim SAR dari Semeulue saat ini sudah berada di posisi menuju perairan Nias, begitu juga dengan tim SAR dari singkil,” jelas Bobby.

Terkait isu jumlah nelayan hilang yang sempat beredar bahwa berjumlah empat orang, Bobby mengaku tidak mempersolakan hal itu. Bagi mereka yang penting adalah melakukan penyelamatan kepada korban.

"Data yang kami terima hanya tiga orang, bagi kami masalah jumlah belakangan, yang kami pikirkan saat ini bagaimana segera menyelamatkan para korban,"tambah Bobby.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga nelayan tersebut belum ditemukan dan belum diketahui nasibnya. (Budi Gea)
Back To Top