Berita Terbaru
Loading...
Sabtu, 30 Juli 2016

Sadieli Telaumbanua: Secara Pribadi Saya Tidak Setuju Rayonisasi Di Kota Gunungsitoli

Sadieli Telaumbanua |Foto: Budi Gea
Gunungsitoli,- Tokoh Pendidikan Pulau Nias yang juga sebagai Dosen Aktif di Kopertis Sumatera Utara, Sadieli Telaumbanua mengaku secara pribadi tidak setuju dengan penerapan Rayonisasi pada penerimaan perserta didik baru di Kota Gunungsitoli yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli tahun 2016.

Hal itu dikatakan oleh Sadieli Telaumbanua pada paparannya saat menjadi Narasumber pada Workshop Kependidikan KNPI Kota Gunungsitoli bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara, Di Hall Cendrawasih, Jalan Nilam, Kota Gunungsitoli, Jumat (29/07/2016).

Walau secara pribadi ia tidak setuju atas Peraturan Wali Kota tentang Rayonisasi tersebut, Ia mengatakan masyarakat harus menerima karena sudah menjadi kebijakan Pemerintah.

"Rayonisasi. Secara pribadi saya tidak setuju. Tapi karena sudah menjadi kebijakan bagaimanapun harus dijalani. Ya, ini pribadi saya ya. Karena menurut saya konsepnya tidak tepat. Harusnya disosialisasikan dulu satu tahun baru diterapkan sehingga masyarakat tidak terkejut, ini tidak ada sosialisasi dimana ujung ujungnya masyarakat jadi keberatan,"ucap Sadieli.

Sadieli mengaku tidak tahu apa konsep Rayonisasi yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli tersebut, karena menurut dia Program Rayonisasi sebetulnya sudah lama ditinggalkan oleh Negara Republik Indonesia.

"Saya tidak tau persis apa konsepnya, tapi konsep Rayonisasi ini sebetulnya sudah lama ditinggalkan oleh Negeri ini, kenapa.? Karena itu bertentangan dengan hak azasi anak . Bertentangan dalam hak-hak anak dalam mendapatkan pengetahuan,"katanya.

Menurut Sadieli, tujuan program Rayonisasi sesuai yang ada di Peraturan Wali Kota Gunungsitoli adalah untuk pemerataan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Gunungsitoli, variabelnya sangat jauh.

"Apakah ada hububungan antara rayonisasi dengan peningkatan kualitas. Saya rasa terlalu jauh variabelnya, tidak secara langsung itu bisa meningkatkan mutu. Harusnya tadi itu pertama dilakukan meningkatkan mutu Guru-Guru. Gurunya dulu diratakan baru nanti siswanya ikut,"ujarnya.

Namun, tambah Sadieli, program Rayonisasi tersebut telah terlanjur diterapkan. Ia berharap masyarakat dapat menerima hal tersebut karena pasti ada sisi positif dibalik penerapan itu. Karena hal itu menurut dia sudah merupakan program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli.

Sebelumnya, Pada acara pembukaan kegiatan Workshop Pendidikan itu, Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli dalam sambutannya mengatakan bahwa program Rayonisasi yang telah diterapkan itu supaya orang tua tidak harus menyekolahkan anaknya di Kota demi mendapat pendidikan yang baik. Menurut dia saat ini Pemerintah sedang menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Kota Gunungsitoli dan tidak hanya tertuju di Kota saja.

”Saat ini Pemko Gunungsitoli telah menerapkan rayonisasi guna meningkatkan pendidikan di desa desa. Tujuannya, supaya orang tua tidak harus menyekolahkan anaknya di Kota demi mendapat pendidikan yang baik. Kita sedang menyusun strategi meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Kota Gunungsitoli dan bukan hanya di satu sekolah saja,"ujar Sowa'a Laoli tegas. (Budi Gea)
Back To Top