Berita Terbaru
Loading...
Sabtu, 13 Agustus 2016

Bupati Nias: Kalau Full Day School Diterapkan Siswa Akan Banyak Yang "Stres"

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli | Foto
Gunungsitoli,- Bupati Nias, Sòkhiatulo Laoli berharap Pemerintah Pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji ulang rencana penerapan Peraturan tentang belajar satu hari penuh (Full Day School). Bupati beralasan apabila Peraturan tersebut diterapkan Siswa-Siswa yang belajar bisa mengalami stres dan gangguan jiwa.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Nias sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ketika diminta tanggapannya di ruang kerjanya, Kantor Bupati Nias, Jalan Pelud Binaka, Desa Ononamòlò I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Jumat (12/08/2016).

"Kalau menurut saya, Full Day School itu malah lebih banyak hal-hal negatifenya. Soal peraturannya itu kalau diterapkan salah satu ya itu kejenuhan dari pada siswa itu pasti terjadi. Dan yang parah akibat kejenuhan itu, siswa bisa stres. Setelah stres bisa kena penyakit jiwa. Jadi malah itu tidak membantu meningkatkan kualitas SDM kita,"katanya.

Menurut dia, Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi masih harus perlu dikaji untuk bisa diuji dipublik agar bisa diketahui dampak Positif dan Negatifnya.

"Mungkin ada dari sisi positif dengan lebih banyak jam belajar. Tapi jam belajar itu kan bisa dengan peningkatan ekstrakurikuler. Jadi menurut saya Menteri Pendidikan yang baru dilantik Presiden harus mengkaji betul-betul sebelum keluar peraturan tersebut. Kalau tidak dikaji malah sayang sekali kalau peraturan itu pelaksanaanya nanti dilapangan itu bertentangan dengan hati masyarakat,"uapnya tegas.

Untuk ditingkatan Daerah, menurut Sòkhiatulò penerapan Full Day School yang masih disosialisasikan kepada masyarakat tersebut berdampak negatif kepada orang tua siswa. Karena mayoritas di Pulau Nias, Siswa-Siswa setelah pulang dari sekolah membantu orang tua dirumah.

"Saya rasa khusus di Nias ini jelas peraturan itu menyulitkan masyarakat. Kalau seharian anak-anak itu disekolah karena di Nias itu anak-anak masih digunakan keluarga membantu orang tuanya. Jadi dengan dia habiskan waktunya disekolah belum tentu dia sungguh-sungguh serius atau efektif tapi yang jelas dari sisi bantuan terhadap orang tua sudah tidak ada lagi. Jadi itulah sisi negatifnya,"ujarnya.

Dari sisi Guru-Guru, Orang nomor satu di Kabupaten Nias tersebut juga mengatakan ada sisi negatifnya karena walau Guru mengajar seharian di kelas, tapi kalau siswa tidak serius belajar sama saja tidak berarti.

"Waktu itu juga saya sampaikan sebaiknya dikaji lagi lah oleh Pak Menteri. Jangan buru-buru gitu loh. yang perlu diperhatikan justru untuk peningkatan SDM ini atau kualitas siswa ini. Harusnya kan guru itu diberi fasilitas untuk peningkatan latihan dan pendidikan, itu yang terpentin,"tambahnya. (Budi Gea)
Back To Top