Terbaru

Ini Kronologi Penyebab Tim BSC Walk Out Dari Lapangan Pertandingan

Wasit memberikan kartu merah kepada pemain BSC
Gunungsitoli,- Club Sepak Bola Harazaki FC keluar sebagai juara setelah Bintang Saudara Club (BSC) memilih Walk Out dari Lapangan pertandingan karena diduga tidak menerima keputusan wasit yang mengeluarkan dua kartu merah sekaligus kepada pemain BSC di lapangan Pelita, Rabu (14/09/2016).

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit tengah Julmianto bersama dua assisten wasit Sabarudin Zebua dan Domintianus Zalukhu.

Pantauan wartanias.com, babak pertama selama 40 menit pertandingan antara Harazaki FC melawan BSC berjalan sengit dengan kedua tim saling serang untuk mencetak gol. Hingga akhir waktu babak pertama kedua tim tidak mencetak gol.

Pada babak kedua yang telah berjalan sekitar 20 menit, wasit tengah yang dipimpin oleh Julmianto tersebut memberikan kartu merah kepada pemain nomor punggung 5 BSC karena meninju muka salah satu pemain dari Harazaki FC yang melakukan pelanggaran keras dari arah belakang pemain BSC.

Kemudian Kapten tim BSC bernomor punggung 8 melakukan protes kepada wasit pertandingan. Dari luar lapangan pertandingan kapten tim tersebut terlihat keberatan karena salah seorang rekannya mendapatkan kartu merah dan terpaksa harus keluar lapangan. Wasit terlihat memberikan penjelasan singkat kepada kapten Tim BSC itu. Namun protes yang dilakukan oleh Kapten tim BSC ini berujung kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit.

Mendapat kartu kuning dari wasit, Kapten tim BSC itu mencoba bertanya kepada wasit alasannya memberikan kartu. Wasit dan Kapten itu terlihat berdebat dilapangan dan kemudian wasit mengeluarkan kartu kuning kedua serta memberikan kartu merah kepada kapten tim BSC itu.

Diduga karena wasit tersebut tidak profesional dan tidak mau diprotes oleh kapten tim, seluruh pemain BSC memilih walk out dari lapangan pertandingan berdasarkan instruksi Pelatih dari luar lapangan.

Duar lapangan pertandingan, Panitia dan tim BSC mencoba berembuk dengan menjelaskan persoalan yang terjadi dilapangan.

"Masa sih seorang wasit tidak bisa diprotes, saya kan kapten tim. Saya punya hak ngomong kepada wasit ditengah lapangan. Yang terjadi malah saya dapat kartu merah. Wasit itu juga kalau memberi penjelasan selalu dengan nada marah-marah sehingga mental pemain tertekan,"ucap Kapten Tim BSC kepada Panitia diluar lapangan.

Tim BSC berembuk kepada panitia pertandingan
Manager tim BSC, Tian Gea mengatakan tim mereka akan bersedia melanjutkan pertandingan walau hanya dengan 9 orang pemain lagi dengan syarat wasit tengah diganti dengan wasit yang lain.

Kemudian panitia sepak bola Walikota Cup 2016 bersama seluruh wasit berembuk di tengah lapangan untuk mencari jalan keluar atas insiden tersebut sehingga pertandingan bisa dilanjutkan kembali.

Sekitar 30 menit lebih berembuk ditengah lapangan, panitia dan wasit sepakat melanjutkan pertandingan dengan tetap dipimpin oleh wasit tengah Julmianto.

Karena wasit Julmianto tetap yang menjadi pemimpin pertandingan, tim BSC tidak bersedia bermain. Mereka kemudian meninggalkan lapangan dan keluar dari stadion Pelita tersebut.

Wasit kemudian meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan setelah Tim Harazaki FC menendang bola ke arah gawang BSC yang tidak ada pemain.

"Kami dari Tim BSC lebih baik memilih Walk out dari pada melanjutkan pertandingan,krn beberapa sanggahan kami tentang apa yg dilakukan oleh wasit tengah tidak satupun diakomodir. Coba bayangkan masa setelah pertandingan tadi berhenti wasit tengah tadi menghampiri kapten tim kami dengan nada menantang untuk berkelahi. Itu bukan karakter seorang wasit dong. Kami sangat kecewa terhadap wasit yang selalu menakut-nakuti para pemain dan juga memukul mental pemain,"ucap Manager BSC.

Sementara itu, Panitia pertandingan Sepak Bola pada Turnamen Walikota Cup 2016 kepada wartanias.com mengatakan bahwa pihaknya menugaskan beberapa wasit pada turnamen tersebut bukan karena ada kepentingan atau keberpihakan kepada salah satu Club yang ikut bertanding.

"Wasit yang bertugas hari ini pun tidak punya embel-embel atau kaitan dengan salah satu Club yang bertanding,"ucap Panitia Sepak Bola, Sukur Eli Gulò.

Sukur menjelaskan bahwa setiap keputusan wasit seperti pada petunjuk teknis pertandingan yang sebelumnya telah dibagikan kepada masing-masing Club adalah Mutlak. Keputusan wasit menurut dia tidak bisa mengubah hasil pertandingan walau diprotes oleh Club.

"Tentang ketidakpuasan Club kepada kepemimpinan wasit tentu itu hak mereka untuk mengajukan banding ataupun protes. Itu nanti akan menjadi pertimbangan kepada komisi disiplin perwasitan baik itu ditingkat Pengcab maupun di tingkat Pengda PSSI,"tambah Sukur Gulo yang menjadi koordinator pertandingan Sepak Bola Walikota Cup 2016 tersebut.

Ia menambahkan bahwa yang keluar sebagai juara pertama pada cabang olahraga Walikota Cup 2016 ini adalah Tim Harazaki FC dan juara dua adalah Tim BSC. (Red)
 border=

Terbaru

Gunungsitoli

Nias

Nias Utara