Terbaru

Oknum Wasit Sepak Bola Diduga Ciderai Turnamen Walikota Cup 2016

Pantia bersama wasit berembuk dilapangan pelita 
Gunungsitoli,- Oknum wasit sepak bola pada turnamen Walikota Cup 2016 diduga menciderai turnamen tersebut karena membuat keputusan kontroversial sehingga Bintang Saudara Club (BSC) yang melawan Harazaki FC pada babak Final memilih Walk Out dari lapangan pertandingan, Rabu (14/09/2016).

Pertandingan Final antara Harazaki berhadapan dengan BSC tersebut dipimpin oleh Wasit tengah Jalmianto dan didampingi oleh dua assisten wasit Sabarudin Zebua dan Domintianus Zalukhu. Pertandingan itu dimenangkan oleh Harazaki karena BSC Walk Out dari lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Tokoh Pemuda Gunungsitoli Idanoi, Hadirat ST Gea ketika diminta tanggapannya terkait keputusan wasit oleh wartanias.com di lapangan Pelita usai menonton pertandingan tersebut.

"Kita sangat menyesalkan keputusan wasit tengah yang sangat kontroversial yang mengakibatkan pihak BSC melakukan walk out dari lapangan. Menurut saya keputusan wasit itu sudah mencederai keberlangsungan pertandingan sepak bola pada turnamen Walikota Cup ini,"kata Hadirat.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, mestinya wasit yang memimpin pertandingan sepak bola tersebut harus bersikap sportif dan profesional tanpa memihak kepada salah satu Club.

"Seyogianya kita nikmati pertandingan ini karena merupakan hiburan bagi masyarakat. Namun kita menyesalkan keputusan oknum wasit tengah ini dimulai dari beberapa pertandingan sebelmnya yang mengandung kontroversial sehingga pelaksanaan turnamen ini seakan akan tidak berjalan dengan baik karena ada pihak yang dikecewakan"ucapnya.

Dengan kejadian ini, Hadirat berharap kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Cabang Gunungsitoli agar menyurati Komisi Perwasitan PSSI untuk mencabut sertifikat wasit yang dimiliki oleh wasit Jalmianto karena menurut dia keputusan wasit itu tidak profesional sesuai dengan sertifikat yang dimiliki.

"Yang dilakukan wasit itu tadi memancing emosi pemain dan bahkan menantang pemain berkelahi dilapangan. Kita lihat tadi setelah pertandingan dihentikan, oknum wasit tengah itu mendatangi pemain untuk mengajak berkelahi, kan itu tidak etis,"jelasnya.

Sementara itu, Panitia pertandingan Sepak Bola pada Turnamen Walikota Cup 2016 kepada wartanias.com mengatakan bahwa pihaknya menugaskan beberapa wasit pada turnamen tersebut bukan karena ada kepentingan atau keberpihakan kepada salah satu Club yang ikut bertanding.

"Wasit yang bertugas hari ini pun tidak punya embel-embel atau kaitan dengan salah satu Club yang bertanding,"ucap Panitia Sepak Bola, Sukur Eli Gulò.

Sukur menjelaskan bahwa setiap keputusan wasit seperti pada petunjuk teknis pertandingan yang sebelumnya telah dibagikan kepada masing-masing Club adalah Mutlak. Keputusan wasit menurut dia tidak bisa mengubah hasil pertandingan walau diprotes oleh Club.

"Tentang ketidakpuasan Club kepada kepemimpinan wasit tentu itu hak mereka untuk mengajukan banding ataupun protes. Itu nanti akan menjadi pertimbangan kepada komisi disiplin perwasitan baik itu ditingkat Pengcab maupun di tingkat Pengda PSSI,"tambah Sukur Gulo yang menjadi koordinator pertandingan Sepak Bola Walikota Cup 2016 tersebut.

Wasit tengah Jalmianto pada pertandingan antara Harazaki melawan BSC tidak bisa diwawancarai oleh wartanias.com karena setelah pertandingan ia langsung dikawal pihak ke'amanan dan terus meninggalkan lapangan Pelita. (Red)
 border=

Terbaru

Gunungsitoli

Nias

Nias Utara