Berita Terbaru
Loading...
Rabu, 12 April 2017

OBI Dan JICA Usulkan Tari Maena Siaga Bencana Dimasukan Dalam Bahan Ajar Mulok SD

Add caption
Gunungsitoli,- Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) serta Wako University Jepang mengusulkan kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli agar Tari Maena Siaga Bencana dimasukkan dalam bahan ajar Muatan Lokal (Mulok) tingkat Sekolah Dasar.

Hal itu dibahas dan diusulkan dalam kegiatan workshop Pentingnya Pengetahuan Resiko Bencana diintegrasikan ke dalam Bahan Ajar dan diaplikasikan dalam Kegiatan Pendidikan serta Kegiatan Kemasyarakatan secara Berkesinambungan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Aula SMA Sukma Nias, Selasa (11/04/2017).

"Hasil dari Workshop ini yakni terbentuknya komitmen ke 6 SD Percontohan terkait untuk mengembangkan sistem mitigasi bencana di Sekolah melalui tarian Maena dengan dukungan BPBD dan Dinas Pendidikan,"kata Local Leader JICA Project – Staf OBI
Silverince Gulo, S.AP, Selasa (11/04/2017).

Enam SD percontohan tersebut adalah SDN 070978 Gunungsitoli, SDN 070980 Moawo, SDN 070986 Ononamolo I Lot, SDN 070981 Fodo, SDN 070948 Luaha Bouso, dan SDN 074055 Humene Satua.

Kemudian Dinas Pendidikan oleh Tim Penyusun Bahan  Ajar Muatan Lokal akan mulai menyusun silabus yang menyampaikan pesan kesiagap-siagaan dan tanggap bencana dengan pendekatan melalui tarian Maena ke dalam bahan ajar muatan lokal tingkat  SD,"ucap Silverince Gulò.

Tujuan diusulkannya bahan ajar tari maena tersebut menurut dia adalah untum menumbuhkan budaya sadar bencana melalui pendidikan pengurangab resiko bencana yang terintergrasi dengan sistem sekolah dan budaya.

Pantauan wartanias.com, Workshop tersebut juga membahas kembali sejumlah pencapaian yang telah dilaksanakan oleh OBI dan JICA sejak September 2016 hingga Agustus 2017 ini.

Hadir dalam kegiatan itu unsur Kepala Sekolah, Guru, dan Pengurus Komite sekolah. Berperan sebagai Narasumber yaitu Nikodemo Daeli, M.Pd dari Dinas Pendidikan dan Adiman P. Harefa, S.Th., M.Si dari BPBD Kota Gunungsitoli. (Budi Gea)
Back To Top