Berita Terbaru
Loading...
Senin, 24 April 2017

Pembangunan Tower SUTT Tersendat Akibat PLN Tidak Kordinasi

Kepala Daerah saat rarap kordinasi | Foto : MM

Nias - Pembangunan tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di kepulauan nias tersendat akibat PT. PLN tidak ada kordinasi dengan Kepala Daerah di Kepulauan Nias. Hal itu terungkal dalam rapat kordinasi Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, Forkopimda dan PT. PLN terkait tersendatnya pembangunanan tower sutet 70 kv, bertempat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Nias, Jumat (21/04/22017.

Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli, menyampaikan bahwa pembangunan tower sutt PLN, seharusnya selesai pada bulan April 2017 dan menurut rencana awal, akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada bulan Juli 2017. Tetapi realisasi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena muncul sejumlah kendala, salah satunya adalah terkait pembebasan lahan yang dilalui pembangunan tower tersebut.

"Karena tidak adanya koordinasi oleh PT. PLN kepada Pimpinan Daerah, sehingga terkait permasalahan yang ada, oleh Kepala Daerah yang dilalui oleh Jaringan  Kelistrikan dimaksud, tidak dapat mengambil peran dalam hal penyelesaian permasalahan yang ada,"ungkap Bupati Nias.

Menurut Bupati Nias, sebagai salah satu solusi dalam hal penyelesaian permasalahan yang timbul dibeberapa lokasi, meminta kepada PT PLN untuk selalu berkoordinasi kepada seluruh Kepala Daerah di Kepulauan Nias, demi tercapainya penyelesaian yang dapat diterima oleh semua pihak, sehingga cita-cita Nias terang dapat diwujudkan sebagimana disampaikan oleh Presidan RI beberapa waktu lalu.

Senada dengan Bupati Nias, mewakili Bupati Nias Selatan, Asisten III Arototona Mendrofa juga mengeluhkan hal serupa bahwa karena tidak adanya koordinasi kepada Pemerintah Daerah Nias Selatan, yang mengakibatkan munculnya sejumlah insiden buruk tentang terhambatnya pelaksanaan pembangunan tower sutt tersebut.

"Apabila pihak PT. PLN mau berkoordinasi, maka Pemkab Nisel siap bekerja sama dalam mencari solusi penyelesaian masalah yang ada,"ujar Arototona.

Hal yang sama juga disarankan Kabag Ops Pores Nias Selatan, agar PT. PLN mau berkoordinasi kepada masing-masing Kepala Daerah guna mencari solusi terbaik pada kegiatan pembangunan tower sutt. Agar pembangunan terselesaikan dengan baik sesuai rencana. 

Sementara itu, Manager UPK Jaringan PT. PLN wilayah Sumatera I, Ranto Bintang, pada penjelasannya di hadapan sejumlah Kepala Daerah dan Pimpinan Daerah se-Kepulauan Nias mengatakan bahwa pihaknya tetap konsisten akan penyelasaian pekerjaan dengan baik. Dirinya juga menyampaikan akan mengupayakan dan siap berkoordinasi kepada pihak terkait sehingga pekerjaan tower, paling lambat akan selesai pada bulan Juli 2017.

Menyinggung tentang adanya sejumlah lahan yang belum terbayarkan ganti ruginya, Ranto Bintang menjelaskan hal itu terjadi karena adanya dualisme kepemilikan lahan, sehingga PT. PLN (Persero) menemui kesulitan guna mencari penyelesaian.

Sedangkan mengenai harga material yang belum terbayarkan, menurutnya disebabkan harga yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan harga pasaran yang ada.

Pada Rapat Koordinasi tersebut turut hadir Wakil Bupati Nias Utara, mewakili Bupati Nias selatan, Sekda Kabupaten Nias, mewakili Bupati Nias Barat, mewakili Walikota Gunungsitoli, Pas Ops Lanal Nias, serta sejumlah hadiri terkait lainnya. (MM)  
Back To Top