Terbaru

Ini Tanggapan PLN Nias Terkait Tuntutan Pengunjukrasa Dari Nias Barat

Poltak Samosir bersama pegawai PLN Nias
|Foto: YB
Gunungsitoli,- Manager PLN Area Nias Poltak Samosir akhirnya menanggapi sejumlah tuntutan massa aksi dari Nias Barat Pasca di demo pada Kamis (22/02/2018). Tanggapan atas tuntutan massa dari Nias Barat ini baru disampaikan karena Poltak mengaku baru pulang dari Dinas Luar Daerah.

Poltak Samosir menuturkan bahwa pihaknya selalu siap menerima pendapat serta mengajak para ormas untuk saling peduli terkait penataan pohon yang mengganggu jaringan listrik khususnya di wilayah Nias Barat.

"Saya baca tuntutan yang disampaikan adalah agar PLN Jangan melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan dan tidak beraturan. Untuk tuntutan ini saya rasa tepat dan sangat setuju. Selain itu ada paradigma warga yang perlu saya luruskan khususnya terkait dugaan PLN kerjanya memadamkan listrik tanpa gak peduli dengan kesusahan yang dialami warga yang menjadi pelanggan PLN. Sebagai orang awam memang paradigma itu timbul sangat wajar," ujarnya ketika berbincang dengan wartanias.com di Gunungsitoli, Jumat (23/02/2018).

Oleh sebab itu Poltak menjelaskan bahwa PLN memadamkan listrik pasti dengan pemberitahuan kepada masyarakat paling lama 24 jam sebelum pemadaman dan dengan aturan serta untuk tujuan pemeliharaan atau perbaikan.

"Mengapa harus padam untuk memelihara?, Karena untuk safety pekerjaan. Jadi terkait tuntutan ormas tersebut sebenarnya sudah kami lakukan," tegasnya.

Selain itu, Jika ada padam yang terjadi mendadak atau tidak beraturan maka padam itu menurut dia bukan dilakukan oleh PLN . Tapi diakibatkan oleh gangguan alam pada kabel dan tiang PLN.

"Gangguan itu dapat berupa pohon tumbang sebagai yang paling dominan. Pada saat itu PLN justru yang bergegas menyalakan kembali listrik dan hal itu dengan proses yg membutuhkan waktu. Mulai dari mencari lokasi pohon yang tumbang, mengamankannya dan memperbaiki kembali tiang kabel yang sempat rusak karena ditimpa," tuturnya.

Khusus untuk Nias Barat, sepanjang jalur listrik, mulai dari jalur yg melalui jalan utama (antar kabupaten_red) sampai jalan percabangan ke desa-desa sangat banyak dengan pohon yang sangat dekat dengan kabel tiang PLN. Kondisinya menurut dia cukup rawan dan relatif rimbun dengan pepohonan jika dibandingkan jalur lisrik didalam Kota Gunungsitoli dan Nias Tengah.

"Lalu jika kami sudah tau penyebab padam listrik gak beraturan kenapa tidak segera kami lakukan solusinya?, Itulah masalahnya yang masih terus kami upayakan yaitu menuntaskan semua pohon yang berada didekat jalur listrik tersebut. Untuk penebangan pohon ini tentunya berhubungan dengan warga pemilik pohon yang tak jarang sulit memberi izin tebang," Jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Poltak, PLN sadar tidak bisa sendiri. Dia berharap dan mengajak kontribusi semua pihak memberikan edukasi kepada warga. PLN Nias yakin bahwa bersama itu pasti bisa.

"Oleh karenanya saat ada ormas yang mau bertanya apalagi diskusi dan menawarkan bantuan kami sangat senang untuk bisa menyambutnya. Termasuk teman-teman dari ormas yang melakukan aksi pada hari kamis kemarin. Sayang sekali sebenarnya sudah ada beberapakali komunikasi untuk jadwal audiensi yang disepakati namun tetap belum dapat bertemu. Jadi, meski akhirnya teman-teman menyampaikannya dengan aksi kejalan dan bukan audiensi, saya rasa itu baik-baik aja," ucapnya.

Semua masukan dan kritik ditambahkan Poltak harus bisa diterima utk membuat PLN lebih semangat lagi bekerja.

"Namun saya berharap warga dapat menanamkan paradigma kalau PLN tugasnya melistriki atau menyalakan kembali listrik yang sempat padam dan tidak pernah ada niat memadamkan listrik. Karena kita tau listrik itu adalah kebutuhan utama bagi siapapun. Bahkan termasuk kami para pegawai PLN ini," tambahnya.

Seperti diketahui, Puluhan massa dari gabungan Ormas dan OKP di Nias Barat Kamis kemarin melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Area Nias di Gunungsitoli untuk memprotes pemadam listrik yang terus menerus di Nias Barat. (Budi Gea)

Iklan

Loading...

Terbaru

Gunungsitoli

Nias

Nias Utara