Terbaru

Ini Penjelasan RSUD Gusit Terkait Pasien TW Yang Meninggal Karena Covid-19

Potongan video yang diunggah akun Facebook Fahelawaruwu |Foto: istimewa

Gunungsitoli,- Beredar video singkat tentang seorang warga kota Gunungsitoli yang meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli atas nama Toloziduhu Waruwu (TW). Di dalam video itu, keluarga almarhum tidak terima karena pihak rumah sakit mengatakan salah satu penyebab kematian korban karena Covid-19.


Video tersebut diunggah akun Facebook atas nama Fahelawaruwu pada 20 Oktober 2020 kemarin. Postingan tersebut telah dibagikan ribuan kali dan dikomentari ratusan kali.


"Bayangin pak,ibu yg terhormat..

Klo emang bener Covid,knapa mayat bapak di biarin begitu saja,knapa gak ada petugas yg larang buat dekat klo emang bener" Covid,dari jam 2 bapa meninggal🙏sampe jam 6 satu pun gak ada yg tangani..🙏dulu bapak ngalamin sakit diabetes,namun kmarin sakit nya kambuh lagi,dan berbulan bulan kami rawat di rumah krna takut  bawa ke RSU,namu kmarin malam gak ada lagi jalan keluar sampai  kami bawa ke RSUD Gunungsitoli jam 12 malam,namun siang meninggal,dan langsung dinyatakan covid..apa krna kami gak punya org dalam jadi bisa di buat pernyataan begitu..Skali lagi terimakasih atas pernyataan yg di berikan🙏🙏🙏," tulis akun Facebook Fahelawaruwu di postingan video tersebut.


Kabid Pelayanan RSUD Gunungsitoli dr. Hotman Purba saat dikonfirmasi wartanias.com, Rabu (21/10/2020) menjelaskan kronologis tentang kematian Toloziduhu Warurwu tersebut.



"Kronologis yg disampaikan kepala ruangan Thomsen kepada pihak managemen RS terkait pasien atas nama Bapak Toloziduhu Waruwu, umur 54 tahun, Alamat Tuhemberua ulu, Gunungsitoli,

Masuk Rumah Sakit tgl 18 Oktober 2020 pukul 23. 59 dari IGD dengan hasil rapid test Reaktif IgG dan IgM. Sehingga pasien didiagnosa Suspect Covid 19 + Pneumonia dd TB Paru," ujar Hotman Purba melalui pesan elektronik.


Kemudian, Pasien masuk di ruang Transit Thomsen tanggal 19 Oktober 2020 pukul 01.20 wib dalam keadaan  sesak nafas dan sudah dilapor dokter DPJP, dr. Beatrice.


"Jam 07.30 wib, pasien di Swab oleh petugas laboratorium. Jam 09.00 wib TTV pasien TD = 87/60, SPO2 = 85%. Temp. 37.

dokter DPJP sudah konfirmasi dan jelaskan  kepada keluarga tentang kondisi pasien tersebut," tuturnya.


Jam 14. 50 Wib, keadaan  pasien semakin sesak nafas. 

NRM dinaikkan menjadi  12 L/menit. Jam 15.10 pasien tiba-tiba Apnu (tidak bernafas) dilakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung Paru) oleh petugas.


"Namun usaha bantuan pertolongan tidak berhasil  Jam 15.45. Wib pasien dinyatakan meninggal," ujarnya.


Kemudian, Jam 16.30 hasil Swab TCM keluar dengan hasil POSITIF dari Laboratorium.


"Pada saat itu  keluarga datang, mereka rombongan datang ke ruangan Thomsen dan pintu yang sudah kami tutup mereka buka sendiri. Kami petugas tidak berani menahan dan kepala ruangan sudah melapor kepada Danpos TNI di RSUD (perwakilan SATGAS_red) untuk mengamankan situasi, tetapi rombongan keluarga  sudah keburu masuk semua," ucapnya.


Dijelaskannya, kepala ruangan Thomsen juga sudah  memanggil salah satu keluarga untuk diberi penjelasan terkait kondisi pasien sebelum meninggal dan supaya membawa keluarga keluar dari ruangan sambil menunggu diambil hasil print out Swab TCM.


"Mereka (pihak keluarga_red) tetap berkeras tidak menerima hasil kenyataan hasil Swab TCM yg positif dari pihak Labor RS, pihak keluarga keras hati menyatakan  orang tua mereka bukan Covid19.

Sampai akhirnya jenazah dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah untuk dilakukan pemulasaran jenazah, dan di kamar mayat juga pihak keluarga mau bawa jenazah almarhum secara paksa," tuturnya.


Beruntung pihak SATGAS dapat menahan dan memberi penjelasan kepada keluarga sampai akhirnya disepakati dengan pihak Satgas dimakamkan di pemakaman keluarga.


Sementara itu, Juru Bicara Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Gunungsitoli Onahia Telaumbanua kepada wartanias.com mengatakan bahwa jenazah Toloziduhu Waruru telah dimakamkan di tempat pemakaman umum keluarga dengan protokoler kesehatan covid-19. (Budi Gea)

Iklan

Loading...
loading...