Terbaru

Oknum Perangkat Desa Diduga Cemarkan Nama Baik Puskesmas Botombawo di Facebook

Postingan FW di Facebook |Foto: istimewa 

Nias, - Salah seorang oknum Perangkat Desa dengan jabatan Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Fadoro Hunogoa Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias, FW diduga kuat telah melakukan pencemaran nama baik lembaga UPT Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Botombawo Kabupaten Nias.

Dugaan pencemaran nama baik tersebut dilakukan oleh FW dengan cara membuat postingan melalui akun facebook miliknya atas nama Ferys More's Warzeb. Didalam postingannya itu, FW menyebutkan bahwa pelayanan pihak puskesmas Botombawo mengecewakan bahkan menuding seolah-olah pihak Puskesmas Botombawo meminta uang dalam pengurusan berkas. 

Sementara itu, pihak Puskesmas Botombawo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa yang disampaikan oleh FW merupakan fitnah dan cenderung mencemarkan nama baik lembaga UPT Puskesmas Botombawo sendiri. 

"Postingan FW itu jelas sangat mengganggu kami, apalagi dia posting di akun facebook miliknya. Kami menegaskan bahwa pernyataan FW terkait buruknya pelayanan kami kepada masyarakat itu adalah fitnah dan pencemaran nama baik," tutur Kepala Puskesmas Botombawo, Ingati Lase saat memberikan keterangannya, Senin (29/03/2021).

Diapun menjelaskan seperti apa kronologi kejadian yang sebenarnya sehingga berakhir pada sikap FW yang terkesan tidak merasa bersalah dan justru menyalahkan pihak Puskesmas.

"Beberapa waktu lalu, tante Kandung dari FW menjalani proses persalinan di Puskesmas Botombawo, namun karena tantenya FW tidak bisa ditangani oleh pihak Puskesmas, maka kami membuat rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Thomsen Nias. Dan tahapan itu berjalan dengan lancar," tutur Ingati Lase menjelaskan. 

Namun kata dia setelah itu, beberapa waktu kemudian, FW mendatangi Puskesmas Botombawo dan meminta agar pihak Puskesmas mengeluarkan surat keterangan yang isinya ialah menerangkan dan membenarkan bahwa istri dari FW atas nama Marselina Zebua benar melahirkan di Puskesmas Botombawo.

"Dalam daftar catatan yang diserahkannya kepada kami, FW meminta agar Puskesmas mengeluarkan surat yang isinya menerangkan bahwa yang istrinya atas nama Marselina Zebua benar telah melahirkan Puskesmas Botombawo. Padahal kenyataannya tidak," terang Ingati menguatkan keterangannya.

"Nah, tentunya kami tidak berani mengeluarkan surat keterangan itu karena tidak sesuai dengan fakta yang ada, kami seolah-olah digiring oleh FW untuk melakukan pemalsuan dokumen yang jelas-jelas menyalahi aturan," tambahnya.

Kata Ingati, berdasarkan hal itulah, FW diduga kesal dan melakukan tindakan yang merugikan orang lain dengan membuat postingan melalui akun facebook miliknya dan menuding pihak UPT Puskesmas Botombawo tidak maksimal dalam melayani masyarakat. 

"Kami juga baru melihat postingannya itu, lalu saat itu juga kami mencoba melakukan langkah-langkah persuasif dengan menghubungi FW dengan tujuan untuk membicarakan hal itu secara baik-baik. Namun alhasil, FW malah tidak berterima dan justru marah-marah kepada saya," kata Ingati Lase.

Kendatipun demikian, pihak Ingati lase dan Puskesmas Botombawo mengharapkan kesadaran dan klarifikasi dari FW terkait kekeliruan yang dia lakukan dengan memposting sesuatu yang merugikan pihak puskesmas Botombawo.

"Kami meminta saudara FW untuk mengklarifikasi postingannya tersebut karena sudah jelas-jelas mencemarkan nama baik. Kami menunggu iktikad baik dari beliau. Karena tidak tertutup kemungkinan kami akan menindaklannjutinya ke ranah hukum jika yang bersangkutan masih bersikeras dengan statementnya itu," tegas Ingati. 

Berikut bunyi postingan melalui akun facebook atas nama Ferys More's Warzeb tersebut :

2 Minggu yg lalu saya urus surat keterangan lahir di puskesmas botombawo di situ lahir jg anak tersebut 

Tp saya kecewa kata y kampus dan bidan yang menangani katanya belum di teken surat tersebut , di Blang Lg hari Senin di ambil apakah emank Kanya gitu peraturan nya di puskesmas tersebut atau emank di minta uang di blng aj .

Kalau emank tidak di keluarkan surat tersebut di kasih tau aj .

TOLONG DINAS TERKAIT DI PERHATIAN PUSKESMAS BOTOMBAWO MASA ADMIN JAM 2 UDAH TUTUP. 

Selanjutnya saat dikonfirmasi Wartanias.com kepada FW melalui nomor HP miliknya, FW mengatakan bahwa apa yang dia sampaikan itu merupakan bentuk kekesalannya atas pelayanan pihak puskesmas Botombawo.

"Saya sudah sering ke sana dan belum ada kejelasan tentang surat keterangan yang saya minta itu," kata FW menjelaskan. (Ferry Harefa)

Iklan

Loading...
 border=