Terbaru

Gubsu, Kapoldasu dan Pangdam Tinjau Langsung Vaksinasi Anak dan Lansia di Gunungsitoli

Gubsu saat tinjau vaksinasi di MAN Gunungsitoli |Foto: istimewa 

Gunungsitoli,- Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si dan Pangdam I/BB Mayjen. TNI Hassanudin S.I.P., M.M melakukan peninjauan vaksinasi untuk Lansia dan anak bertempat di MAN Gunungsitoli, Kamis (17/02/2022). Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua tampak hadir dalam kunjungan tersebut.

Vaksinisasi yang dilaksanakan merupakan kegiatan vaksinasi serentak yang dilakukan dibeberapa titik di seluruh Indonesia. Presiden Republik Indonesia  Ir. Joko Widodo melakukan pemantauan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Gunungsitoli melaporkan bahwa warga yang terkonfirmasi Covid-19 pada 3 hari sebelumnya cukup tinggi dan berkat kerjasama semua pihak dalam 2 hari terakhir ini kasus terkonfirmasi sudah menurun. 

Untuk capaian vaksinasi, Wali Kota menyampaikan bahwa masih belum tercapainya target vaksinasi kepada lansia disebabkan, masih adanya keraguan warga lansia untuk mendapatkan vaksin, selain itu para lansia juga sudah untuk diajak datang ke lokasi-lokasi pelaksanaan vaksin. Namun upaya untuk melakukan vaksin terhadap lansia tetap dilakukan dengan mengunjungi langsung ke rumah para lansia.  

“Kami sangat berterimakasih dukungan yang diberikan oleh Gubernur, Kapolda dan Pangdam, saat ini permasalahan yang kami hadapi untuk lansia, karena susah mengajak mereka ke pos pos vaksinasi. Kami berjanji bahwa target akan kami capai namun agak lama, karena keraguan orangtua ini terlalu tinggi, akan kami lakukan pendekatan secara kekeluargaan,”ucap Wali Kota.

Selanjutnya, Gubernur  Sumut saat menyampaikan arahan mengingatkan bahwa untuk Kabupaten Nias dan Kota Gunungsitoli saat ini sudah PPKM level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2022 tanggal 14 Februari. Dirinya berharap agar Kepala Daerah segera melakukan langkah-langkah dalam penanganan Covid-19.

“Level 3 itu sudah tanda - tanda warning, dipuncaknya level 4, kalau sudah sampai level 4 nanti semuanya tidak boleh dilakukan, semua ditutup, sekolah ditutup, pasar ditutup. Untuk itu Bapak Bupati dan Bapak Walikota sampaikan benar-benar kepada masyarakat, virus ini hanya bisa putus dengan cara yang pertama melalui protokol kesehatan, terkhusus menggunakan masker, jangan pernah tinggalkan masker. Yang kedua, vaksinasi ini yang dikejar, agar imun naik, kalau imun sudah naik, kalau pun kena tubuh sudah kuat,”jelasnya. (Red/rlskominfo)


Iklan

Loading...
loading...
 border=