Terbaru

Sekolah Disabilitas Tuna Netra Yang Didirikan Yunius Larosa Di Idanoi Diresmikan


Gunungsitoli,- Sekolah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Ono Niha Peduli Disabilitas Netra (ONIPEDISTRA) di Jalan Laria Umbuhumene, Desa Bawodesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara diresmikan. Sekolah penyandang disabilitas Tuna Netra tersebut didirikan oleh Yunius Larosa.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia Dr. Dante Rigmalia, M.Pd, Jumat (24/11/2023).

Dante Rigmalia dalam arahannya menjelaskan Komisi Nasional Disabilitas adalah lembaga negara non struktural, bertanggung jawab langsung kepada presiden dalam melakukan upaya pemantauan, evaluasi, monitoring atas upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas yang dilakukan oleh pemerintah ataupun non pemerintah, serta membangun kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya dengan LKS ONIPEDISTRA. 

“Ini adalah penghargaan dari negara untuk penyandang disabilitas dan menempatkan kami sebagai pemimpin di Komisi Nasional Disabilitas RI karena kami memiliki kemampuan dan kami memiliki kesetaraan. Kesempatan itu menjadi kunci utama bagi siapapun juga untuk bisa maju termasuk bagi penyandang disabilitas” ucapnya

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah mendukung hadirnya LKS ONIPEDISTRA melalui layanan Sentra Bahagia yang telah melakukan asesmen kepada ONIPEDISTRA dalam menyelenggarakan pelayanan.

"Terimakasih juga kepada Hildesheimer Blindenmission (HBM) Jerman dan seluruh tim yang telah memberikan dukungan dan pengetahuan sejak inisiasi hingga diresmikannya LKS ONIPEDISTRA, kami berharap dukungan ini dapat berkelanjutan. Kamibjuga ucapkan terimakasih kepada Pemko Gunungsitoli, DPRD Kota Gunungsitoli, Organisasi Perangkat Daerah, Pemerintah Daerah se-Kepulauan Nias yang telah memberikan perhatian serta dukungan hingga lahirnya LKS ONIPEDISTRA," ujarnya.


Ia berharap dengan kegiatan ONIPEDISTRA dalam memberikan pembelajaran bagi anak-anak disabilitas netra dapat menciptakan dan membangun iklim inklusif di lingkungan sekitar dan terus akan meluas sehingga mampu mendorong penciptaan Indonesia yang iklusif. 

"Kami sangat menghargai dan mengapresiasi karena banyaknya dukungan dari berbagai pihak maka penyandang disabilitas yang saat ini kondisi masih tertinggal bisa sedikit demi sedikit dapat mencapai hal-hal yang lebih baik dan hak-hak yang lebih baik juga,” tutup Dante.

Sementara Ketua LKS ONIPEDISTRA Yunius Larosa dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah pembangunan LKS ONIPEDISTRA muncul pada masa Covid-19 yang mempertemukan anak-anak penyandang disabilitas netra bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Tuna Netra (YAPENTRA) Provinsi Sumatera Utara. 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung serta mendoakan hadirnya LKS ONIPEDISTRA di Kepulauan Nias. Terkhusus kepada DPRD Kota Gunungsitoli dalam hal membuat Peraturan Daerah tentang Disabilitas. Terimakasih komitmen dan dukungannya," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa bangunan gedung LKS ONIPEDISTRA tersebut awalnya digunakan sebagai garasi mobil. Tetapi dalam perjalanan waktu, Tuhan mengubah rencana itu untuk mendirikan sekolah Tuna Netra.

"Tetapi Tuhan merubah rencana itu dan saya jadikan sebagai sekolah Tuna netra demi orang-orang disabilitas da saat ini telah berdiri sekolahnya seperti yang bapak ibu lihat hari ini," ujarnya.

Sekda Nias, Samson Zai dalam sambutannya mengaku bersyukur karena Yunius Larosa telah membuka sekolah Tuna Netra tersebut di Pulau Nias. 

"Ini harusnya pekerjaan ini adalah pekerjaan Pemerintah. Tapi kita berterima kasih kepada Bapak Yunius Larosa yang telah mengambil bagian dalam membantu Pemerintah dan Tuna Netra di Kepulauan Nias," ujarnya.


Sementara itu, mewakili Tokoh Masyarakat Kepulaun Nias, Damili Gea dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak pejabat dn pengusaha di Pulau Nias ini, tapi tidak ada satupun yamg tergerak hatinya seperti Yunius larosa ini mendirikan LPK Tuna Netra ini. 

"Untuk itu, marilah kita melakukan aksi sosial untuk mendukung sekolah Tuna netra ini kedepannya," himbaunya.

Damili juga mengatakan bahwa kewajiban mendirikan sekolah disabilitas sebenarnya adalah kewajiban Negara. Namun patut disyukuri ada orang yang mau ambil bagian untuk negara untuk melakukannya.

"Kita memahami bahwa di Pulau nias sebenarnya ada ratusan orang yang Tuna Netra. Tapi mungkin mereka menganggap hal itu adalah aib keluarga dan sebagainya.  Saya menghimbau agar para Tuna netra ini disekolahkan di ONIPEDISTRA," ucapnya.

"Oleh karena ini mewakili tokoh mari mengambil bagian masing-masing untk mendukung LKP ONIPEDISTRA ini. Karena satu satunya di Pulau Nias hanya di disini," tambahnya.

Acara peresmian dilanjutkan dengan Penandatanganan Prasasti, Pengguntingan Pita dan Kunjungan ke LKS ONIPEDISTRA, penandatanganan MOU KND dengan LKS ONIPEDISTRA di iringi lagu Padamu Negeri dan diakhiri dengan foto bersama.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Samson P. Zai, SH, MH, Mewakili Bupati Nias Utara, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Kapolres Nias, Mewakili Dandim 0213 Nias, Mewakili Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Mewakili Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli,  Mewakili Komnas Disabilitas Indonesia, Pimpinan BUMN dan BUMD, Mewakili OPD Lingkup Pemko Gunungsitoli, Camat Gunungsitoli Idanoi, Mewakili Pimpinan Gereja se-Kota Gunungsitoli, Tokoh Masyarakat dan warga lingkungan Gunungsitoli Idanoi. (Red)



Iklan

Loading...
 border=