Berita Terbaru
Loading...
Jumat, 15 Juli 2016

Dinilai Pilih Kasih, Ibu Ini Protes Petugas Yang Membongkar Tenda Tokonya

Pemilik toko buah dea memarahi petugas yang membongkar
Tenda dagangannya |Foto:Budi Gea
Gunungsitoli,- Tim Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Gunungsitoli, Kepolisian, TNI dan Pemerintah Kecamatan Gunungsitoli, Sumatera Utara, membongkar lapak-lapak pedagang yang menggunakan trotoar untuk berjualan di sepanjang jalan Gomo, jalan Sirao dan Jalan Diponegoro Kota Gunungsitoli, Kamis (14/07/2016). Sebagian pedagang memprotes karena petugas dianggap pilih kasih dalam penertiban tersebut.

Satu-persatu lapak-lapak pedagang dibongkar petugas Satpol PP. Tenda-tenda yang biasa dipakai pedagang untuk berlindung dari terik matahari, digulung dan disita dinaikkan keatas truk. Demikian juga balok-balok kayu yang dipakai untuk meletakkan barang dagang mereka disita oleh petugas.

Seorang Ibu pemilik toko buah "Dea" merasa pembongkaran tersebut terkesan mendadak dan pilih kasih. Sebab, sebagian besar pedagang yang berjualan di atas trotoar  jalan masih diperbolehkan berdagang ke badan jalan, sedangkan ia bersama pedagang lain yang merasa tidak berjualan di atas trotoar jalan, tendanya disita.

Hal itu memicu protes dari Ibu yang diduga pemilik toko buah tersebut karena merasa diperlakukan tidak adil. Ia memarahi beberapa petugas Satpol PP dan memarahi petugas TNI yang mencoba menenangkannya.

“Saya protes ini. Masak saya yang berjualan tidak di atas trotoar, tenda dagangan supaya terhindar dari terik matahari dibongkar petugas, sedangkan sebagian pedagang yang sama-sama berjualan di atas trotoar, boleh berjualan dan memasang tendanya. Ini kan namanya tidak adil. Bongkar semua yang memakai tenda biar adil.!,"teriak Ibu yang enggan menyebut namanya itu dihadapan petugas.

Menurut ibu-ibu itu, harusnya petugas memberikan surat perintah dulu kepada pedagang baru ditertibakan. Ia juga mengatakan akan menuntut para petugas yang menyita tenda berjualannya karena dinilai telah merusak barang daganganya.

"Kalau memang adil jangan hanya disini aja !. Seluruh Gunungsitoli lah, jangan berat sebelah, jangan pandang bulu !, miskin kaya sama semua, itu yang saya inginkan, tau saya peraturan itu !. Tapi yang betul lah, yang adil lah, kalau begini caranya saya akan keberatan !. Bisa saya tuntut orang itu. Tau..! Karena orang itu merusak barang saya tanpa sepengetahuan saya seharusnya orang itu memberikan surat perintah baru dikerjakan, bukan langsung di tertibkan !,"kesal ibu itu dengan berteriak.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Gununsitoli, Murni Dharma Zebua kepada wartanias.com menanggapai protes ibu tersebut mengatakan pihaknya telah adil melaksanakan penertiban tersbebut. Karena menurutnya seluruh toko yang menggunakan trotoar di Kota Gunungsitoli telah disisir oleh petugas.

"Sebenarnya penertiban ini merata semua artinya tadi kita menertibkan toko "dea" itu satu regu yang kesana. Karena regu kita ada dua yakni dari arah jalan Gomo sampai Pelabuhan dan ada juga satu regu ke Jalan Sirao sampai Diponegoro. Semua kita adakan penertiban dan tidak ada pilih bulunya,"kata Murni Dharma.

Soal ancaman tuntutan yang akan dilakukan ibu penjual buah tersebut, ia mempersilahkan dan akan menjawab seperti apa tuntutannya.

"Silahkan aja dia mau nuntut. Kita siap menerimanya. Tidak ada masalah. Kalau memang mau nuntut apa tuntutannya kita akan menjawab karena kita melakukan ini tidak berarti semena-mena. Kita sudah sesuai dengan ketentuan yang ada,"tambahnya. (Budi Gea)
Back To Top