Berita Terbaru
Loading...
Senin, 17 Juli 2017

Puluhan Mahasiswa UGM Lakukan Penelitian Rumah Adat di Pulau Nias

Rombongan mahasiswa UGM di Museum Pusaka Nias |Foto: Fery
Gunungsitoli,- Sebanyak 27 Orang rombongan Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Gajah Mada (UGM) akan melaksanakan perjalanan wisata serta penelitian arsitektur bangunan rumah adat di pulau Nias.

Rombongan dari salah satu Universitas terkenal di Indonesia itu difasilitasi oleh Welrin Travel Nias supaya penelitian dan perjalanan mereka lancar.

Perjalanan ini merupakan salah satu kegiatan Kuliah Kerja Arsitektur (KKA) mahasiswa UGM untuk melaksanakan penelitian yang bertujuan mengetahui keunikan arsitektur bangunan rumah adat Nias yang konon katanya tahan terhadap bencana alam seperti guncangan Gempa Bumi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Rombongan, Fariz Raihan saat ditemui wartanias.com di Museum Pusaka Nias sebagai salah satu tempat yang mereka datangi, Senin (17/7/2017).

"Kami tertarik dengan keunikan bangunan rumah adat di daerah Nias yang tidak menggunakan paku pada perakitan bangunannya, hal inilah yang ingin kami teliti kemudian akan kami sampaikan di kampus sebagai bentuk laporan kegiatan,"terang Fariz.

Selain Museum Pusaka Nias, Desa Tumöri Kecamatan Gunungsitoli Barat serta Bawömataluo Kabupaten Nias Selatan akan menjadi rute perjalanan berikutnya. Informasi tersebut disampaikan oleh pemilik Welrin Travel Nias, Marselinus Ndraha saat ditemui wartanias.com di Museum Pusaka Nias.

"Sebagai penyedia jasa travel, kita akan memberikan pelayan paket perjalanan wisata secara maksimal kepada setiap klien kami,"ujar Marselinus.

Selain itu, Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa UGM tersebut juga disambut baik oleh pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Hal itu terlihat dimana Kepala seksi promosi pariwisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Gunungsitoli, Hironimus Dachi turut hadir di Museum Pusaka Nias.

"Pemerintah mengapresiasi kegiatan yang seperti ini, hal ini membuktikan bahwa adanya minat dan ketertarikan masyarakat luar daerah untuk menikmati destinasi wisata di pulau Nias," tutur Hironimus.

Berdasarkan pantauan wartanias.com kedatangan rombongan mahasiswa tersebut disambut oleh Tari Moyo dan Sanggar Sara Afo dari Pihak Museum Pusaka Nias. (Ferry Harefa)
Back To Top