Berita Terbaru
Loading...
Sabtu, 08 Juli 2017

'Sedekah Pangkal Kaya' Ditinjau Dari Sudut Pandang Makroekonomi

Oleh: Tiara Pramuswari
Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

Hemat Pangkal Kaya Salah Kaprah 
Dintinjau dari sudut pandang makroekonomi pepatah “hemat pangkal kaya” dinilai tidak tepat, pasalnya jika masyarakat berbondong bondong berhemat maka secara agregat konsumsi masyarakat akan menurun.

Konsumsi yang menurun menyebabkan demand barang dan jasa menurun dan berakibat produsen mengurangi supply dan berimbas pada pemangkasan tenaga kerja. Tentu nya hal ini menyebabkan jumlah pengangguran bertambah.

Jika produsen dalam hal ini perusahaan sedikit berproduksi maka modal akan tertahan dan bila ini terjadi saat inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga maka hal ini sangat merugikan negara. Indonesia terselamatkan dari krisis karena masyarakatnya masih bisa belanja.

Secara agegat jika masyakarat belanja maka akan mendorong roda perekonomian negara, maka ada istilah “belanja pangkal kaya”, teori ini sudah lama ada dengan sebutan “paradox of thrift” yang dikembangkan oleh seorang ekonom asal inggris yang bernama John Maynard Keynes.

Keynes mengatakan bahwa sikap hemat itu baik jika dilakukan secara individu namun apabila diterapkan dalam sekala nasional akan berakibat buruk dan akan menjadi bencana apabila seluruh masyarakat berbondong bondong untuk berhemat ketika perekonomian sedang lesu.

Belanja pangkal Kaya Tidak Pasti
Masyarakat Indonesa memiliki potensi yang luar biasa dalam berbelanja hal ini dibuktikan Studi Bank Dunia (2011) yang menyebutkan bahwa dalam 7 tahun ada peningkatan 30 juta orang indonesia yang memiliki pengeluaran lebih dari 4 dolar atau setara dengan Rp. 52.000 per hari.

Seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita maka konsumsi bergeser dari kebutuhan menjadi keiinginan. Ketika kebutuhan seperti makanan sudah terpenuhi maka akan beralih ke keinginan. Itulah sebab nya mengapa penjualan mobil, sepeda motor, telepon seluler, dan rumah mengalami peningkatan yang signifikan.

Dari hasil beberapa riset menunjukkan bahwa yang lebih besar mendapat keuntungan dari belanja masyarakat Indonesia adalah perusahaan asing dibandingkan lokal.

Contohnya telkom yang melakukan belanja untuk meningkatkan produksi namun orang juga akan membeli ponsel yang tentunya dimiliki asing. Ditambah lagi telkom memiliki 10 pemasok yang 5 diantaranya merupakan mitra lokal seperti tower bersama, solusi tunas pratama, sarana menara nusantara, sarana menara nusantara, kimia farma dan inti bangun sejahtera namun 5 lainnya adalah perusahaan asing.

Hal ini membuktikan bahwa belanja pangkal kaya pun tidak pasti karena ada kemungkinan seiring meningkatnya pengeluaran perkapita masyarakat indonesia yang lebih banyak menikmati malah asing bukan lokal.

Sedekah pangkal kaya
Yang perlu dilakukan masyarakat indonesia adalah bersedekah. Dengan bersedekah ke orang yang miskin yang notabene memiliki pengeluaran per kapita rendah maka akan meningkatkan kemampuan belanja orang tersebut. Tentunya orang miskin pasti belanja kebutuhan pokok seperti makanan yang mampu disediakan pelaku usaha Indonesia sehingga sudah pasti uang yang beredar ada di domestik tidak lebih banyak ke asing.

Selain itu sedekah juga dapat diberikan untuk aktivitas pengembangan sumber daya manusia dan aktivitas penelitian. Dengan begitu maka akan mulai banyak  bermunculan SDM yang berkualitas unggul seperti pengusaha muda yang erat dengan teknologi dan inovasi sehingga perlahan dapat menggeser asing dan mengurangi ketergantungan Indoneia akan impor.

Dibandingkan berhemat atau meningkatkan belanja hanya untuk memenuhi keinginan lebih baik sisihkan sebagian harta untuk bersedekah guna meningkatkan pendapatan nasional serta memperbaiki kualitas SDM yang akan mengelola kekayaan alam indonesia dengan baik dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia bukan asing.

Identitas Penulis:
Nama : Tiara Pramuswari, S.P
NRP : H351160291
TTL   : Karang Endah, 12 Januari 1993
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Belum Menikah
Agama : Islam
Alamat :Asrama Militer Batalyon Kavaleri 5/DPC, Desa  Karang Endah,  Kec. Gelumbang, Kab. Muara Enim.
TELP / FAX: 08117878177
EMAIL : tiarapramuswari@yahoo.co.id
Universitas : Institut Pertanian Bogor


"SETIAP ARTIKEL OPINI MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS"
Back To Top