Obligasi ORI sebagai Instrumen Defensive dalam Strategi Capital Preservation
Dalam strategi capital preservation, fokus utama Anda adalah menjaga nilai aset tetap stabil. Di sinilah Obligasi ORI berperan strategis sebagai bagian pendekatan defensive portfolio Anda.
Instrumen ini membantu meredam volatilitas ketika pasar bergerak fluktuatif dan penuh tekanan. Dengan pendekatan defensif, Anda dapat melindungi modal tanpa kehilangan potensi pendapatan.
Apa Itu Capital Preservation?
Capital preservation adalah strategi investasi yang menitikberatkan pada perlindungan nilai pokok modal dari risiko kerugian besar. Tujuannya memastikan dana tetap utuh dan stabil, bukan mengejar pertumbuhan agresif dalam waktu singkat.
Pendekatan ini umumnya menggunakan instrumen berisiko rendah seperti deposito, Reksadana Pasar Uang, dan Obligasi Negara. Meski relatif aman dan minim volatilitas, Anda tetap perlu mempertimbangkan dampak inflasi terhadap nilai riil investasi.
Strategi Capital Preservation dalam Pengelolaan Portofolio
Strategi capital preservation berfokus pada menjaga nilai pokok investasi agar tidak tergerus saat pasar bergejolak. Anda bisa mengalokasikan sebagian besar dana ke instrumen berisiko rendah dan likuid seperti Obligasi Negara, deposito, atau Reksadana Pasar Uang.
Diversifikasi tetap diperlukan agar portofolio tidak bergantung pada satu jenis aset atau sektor tertentu. Jika berinvestasi pada saham, pilih perusahaan blue chip dengan fundamental kuat dan risiko rendah.
Penerapan manajemen risiko serta rebalancing berkala membantu menjaga komposisi aset tetap sesuai tujuan awal. Pendekatan ini cocok bagi Anda yang konservatif, mendekati pensiun, atau memiliki target keuangan jangka pendek.
Keuntungan Penerapan Capital Preservation Melalui Obligasi ORI
Dalam strategi menjaga modal, Anda membutuhkan instrumen yang benar-benar dapat diandalkan. Obligasi ORI menjadi pilihan relevan untuk mendukung pendekatan capital preservation.
1. Keamanan Pokok Investasi yang Terjamin
Pembayaran pokok dan kupon dijamin penuh oleh pemerintah berdasarkan undang-undang. Jaminan tersebut membuat risiko gagal bayar hampir tidak ada.
Bagi Anda yang mengutamakan keamanan, aspek ini menjadi fondasi utama investasi. Modal awal tetap terlindungi dari risiko penurunan drastis akibat gejolak pasar.
2. Kupon Tetap dan Arus Kas Stabil
ORI menawarkan imbal hasil tetap yang dibayarkan setiap bulan. Pembayaran rutin ini memberi kepastian arus kas selama tenor berjalan.
Anda tetap menerima pendapatan meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif. Stabilitas tersebut membantu menjaga daya beli dan perencanaan keuangan.
3. Likuiditas Fleksibel di Pasar Sekunder
Berbeda dari deposito, ORI dapat diperjualbelikan sebelum jatuh tempo. Fitur tradable memberi Anda akses dana ketika kebutuhan mendesak muncul.
Meski ada risiko perubahan harga, fleksibilitas tetap terjaga. Anda juga berpeluang memperoleh capital gain jika harga meningkat.
4. Efisiensi Pajak dan Imbal Hasil Kompetitif
Pajak kupon ORI lebih rendah dibandingkan bunga deposito perbankan. Hal ini membuat hasil bersih yang Anda terima menjadi lebih optimal.
Secara umum, tingkat kupon juga kompetitif di atas rata-rata deposito. Kombinasi ini membantu mempertahankan nilai riil investasi dalam jangka menengah.
5. Modal Terjangkau dan Cocok untuk Dana Menengah
Investasi dapat dimulai dari nominal relatif kecil, yaitu satu juta rupiah. Akses ini memungkinkan Anda melakukan diversifikasi tanpa dana besar.
ORI cocok ditempatkan untuk kebutuhan dana tiga hingga empat tahun mendatang. Dengan karakter defensifnya, instrumen ini selaras bagi investor konservatif.
Risiko Penerapan Capital Preservation Melalui Obligasi ORI
Strategi menjaga modal melalui obligasi tetap memerlukan pemahaman risiko agar tujuan perlindungan aset benar-benar tercapai. Dengan mengenali potensi tantangan sejak awal, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih rasional.
1. Risiko Inflasi atau Penurunan Daya Beli
Meskipun nilai pokok investasi kembali utuh saat jatuh tempo, inflasi dapat menggerus daya beli secara perlahan. Jika tingkat inflasi lebih tinggi daripada kupon yang diterima, imbal hasil riil menjadi kurang optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat nilai ekonomi uang Anda menyusut. Karena itu, penting mempertimbangkan proyeksi inflasi sebelum menentukan alokasi obligasi.
2. Risiko Perubahan Suku Bunga
Harga obligasi di pasar sekunder bergerak berlawanan arah dengan perubahan suku bunga. Ketika suku bunga naik, harga obligasi yang sudah terbit biasanya mengalami penurunan.
Apabila Anda perlu menjual sebelum jatuh tempo, potensi kerugian modal dapat terjadi. Pemantauan arah kebijakan suku bunga menjadi faktor penting dalam strategi ini.
3. Risiko Likuiditas Pasar
Walaupun tergolong instrumen yang relatif aman, tidak semua obligasi memiliki likuiditas tinggi setiap saat. Dalam kondisi pasar tertentu, penjualan obligasi mungkin memerlukan waktu lebih lama dari perkiraan.
Anda juga bisa menghadapi spread harga jual-beli yang lebih lebar. Hal ini berpotensi mengurangi hasil bersih saat pencairan dana dibutuhkan segera.
4. Risiko Opportunity Cost.
Fokus pada keamanan modal sering kali membuat investor memilih instrumen berimbal hasil moderat. Saat pasar sedang tumbuh kuat, potensi keuntungan yang lebih tinggi mungkin terlewatkan.
Modal memang terjaga, tetapi pertumbuhan portofolio bisa tertinggal dibandingkan aset agresif. Pertimbangan keseimbangan antara keamanan dan peluang tetap perlu Anda evaluasi.
5. Risiko Reinvestasi dan Perubahan Kondisi Pasar
Ketika obligasi jatuh tempo atau dilunasi lebih awal, dana perlu ditempatkan kembali. Jika saat itu suku bunga sedang rendah, imbal hasil baru bisa lebih kecil.
Situasi ini berpotensi menurunkan pendapatan investasi dibandingkan periode sebelumnya. Perencanaan jangka menengah yang matang membantu Anda mengantisipasi perubahan tersebut.
Raih Portofolio Investasi yang Lebih Kuat dengan DBS Treasures!
Melalui pemanfaatan Obligasi ORI, Anda dapat menjaga stabilitas modal sekaligus mempertahankan arus kas yang konsisten.
Bersama perbankan prioritas DBS Treasures, Anda memperoleh akses ke market insights yang relevan, solusi fixed income terkurasi, serta pendampingan wealth advisor profesional sesuai profil risiko Anda.
Anda juga menikmati kupon reguler, potensi capital gain, kupon kompetitif di atas rata-rata deposito, tanpa biaya tambahan selain spread, serta fleksibilitas transaksi 24/7.
Seluruh proses investasi dapat dilakukan secara praktis melalui digibank by DBS, mulai dari registrasi SID, beli, jual, hingga switching obligasi maupun reksadana dari berbagai fund house dan kategori produk sesuai kebutuhan Anda.
Inilah saatnya perkuat strategi finansial Anda dan investasi obligasi di DBS Treasures sekarang juga! (*)





