Terbaru

Ujian Nyali Suahasil: Menjinakkan Anggaran Raksasa di Tengah Bayang-Bayang Proyek "Mahal" Prabowo

 

JAKARTA — Kursi Menteri Keuangan resmi berganti nakhoda. Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara. Mantan Wakil Menteri Keuangan era Sri Mulyani ini ditunjuk untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang resmi dicopot. Namun, belum genap sepekan menjabat, Suahasil sudah dihadapkan pada ujian nyali besar: menjaga benteng Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari gempuran program-program berbiaya fantastis.

Pelantikan ini sekaligus menyudahi teka-teki drama "sinyal keluar" di Kompleks Parlemen. Kini, publik dan pasar keuangan internasional tengah menanti, apakah Suahasil akan menjadi penjaga gawang fiskal yang berani melakukan reformasi belanja negara, atau justru sekadar menjadi pelaksana ambisi politik penguasa.

Tekanan Program "Mahal" dan Bayang-Bayang Yes Man

Tantangan terbesar Suahasil datang dari arah Istana. Ia dituntut mengelola anggaran untuk sejumlah program prioritas pemerintah yang memakan biaya sangat tinggi, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan megaproyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, dalam ulasannya di Kompas.id, menyoroti bahwa publik kini menantikan keberanian Suahasil untuk melakukan reformasi fiskal yang nyata. Pengamat ekonomi pun mempertanyakan posisi politik sang menteri baru: apakah ia berani merombak belanja negara demi menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas aman 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau justru terjebak menjadi figur “yes man” di tengah ambisi besar pemerintah.

Drama Rapat DPD dan "Sinyal Keluar" Purbaya

Pergantian kepemimpinan ini diwarnai ketegangan internal terkait alokasi dana megaproyek pemerintah yang sempat berembus di kalangan pasar. Sebelum dicopot, Purbaya sempat mencurahkan isi hatinya kepada awak media di Kompleks Parlemen terkait beratnya beban sebagai bendahara negara.

“Bikin pusing terus-terusan hampir setiap hari. Enggak terasa setahun karena mikir terus,” ungkap Purbaya jujur kepada media mengenai pengalamannya mengelola kebijakan ekonomi negara.

Sinyal reshuffle semakin benderang pada Senin siang saat Purbaya mendadak tidak melanjutkan kehadirannya dalam rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI karena adanya telepon darurat dari Istana. Di waktu yang hampir bersamaan, Suahasil terlihat merapat ke Istana mengenakan jas formal. Suahasil sendiri mengakui proses penunjukannya berlangsung sangat cepat melalui sambungan telepon dari pihak Istana.

"Saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap untuk pelantikan pada sore hari ini, seperti itu. Ditelepon oleh Istana dan tadi saya menghadap Bapak Presiden," ujar Suahasil menceritakan momen kilat penunjukannya di Istana Negara.

Redefinisi Efisiensi dan Komitmen APBN Sehat

Sadar akan besarnya tekanan fiskal, Suahasil langsung menawarkan pendekatan baru terkait pengelolaan anggaran. Bagi mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini, efisiensi bukan berarti pemotongan anggaran secara membabi buta. Suahasil menegaskan bahwa efisiensi versinya adalah memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara mampu menghasilkan output maksimal dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Suahasil menegaskan komitmen utamanya untuk menjaga agar pengelolaan dana negara tidak goyah demi memuluskan rencana pemerintah.

"Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan memastikan yang dilakukan APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah," tegas Suahasil usai mengucapkan sumpah jabatannya.

Bersih-Bersih Internal di Kementerian Raksasa

Langkah awal yang kemungkinan diambil oleh Suahasil tergolong cukup berani. Mengutip laporan dari Kompas.com, ia membuka peluang untuk mengevaluasi kembali keputusan rombakan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang sebelumnya telah dieksekusi oleh Purbaya.

Langkah ini dinilai krusial. Sebagai kementerian raksasa yang mengomandoi sekitar 77.000 pegawai, stabilitas internal Kemenkeu adalah kunci utama dari stabilitas ekonomi nasional. Menata kembali ego birokrasi dan memastikan mesin Kemenkeu solid akan menjadi modal awal Suahasil sebelum menghadapi badai ujian fiskal di depan mata. (Red) 

Iklan

Loading...
 border=