Berita Terbaru
Loading...

Iklan

 border=

Berita Terbaru

Rabu, 22 Februari 2017
Negoisasi Alot, Eks Gedung Disdik Nias Untuk Sementara Dijaga Oleh Polres Nias

Negoisasi Alot, Eks Gedung Disdik Nias Untuk Sementara Dijaga Oleh Polres Nias

Negoisasi antara nias dan gunungsitoli |foto: Budi Gea
Gunungsitoli,- Setelah sempat melakukan negoisasi antara pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan Pemerintah Kabupaten Nias terkait masalah aset daerah Eks Gedung Dinas Pendidikan yang sebelumnya milik Pemerintah Kabupaten Nias yang berada di Jalan Karet Kota Gunungsitoli, Pihak Polres Nias akhirnya diputuskan untuk menjaga sementara Kantor tersebut sampai ada keputusan kepala daerah, Rabu (22/02/2017).

Negoisasi yang dihadiri oleh Waka Polres Nias, Asisten Wali Kota Gunungsitoli, Asisten Bupati Nias, Kasatpol PP Gunungsitoli dan Kasatpol PP Kabupaten Nias tersebut sempat berlangsung alot. 
Kedua kubu sama-sama ingin menjaga eks kantor disdik tersebut.

"Kami tidak mau meninggalkan lokasi ini. Ini sesuai regulasi dan petunjuk pimpinan saya yakni Bupati dan wakil Bupati Nias. Kami akan tetap bertahan di eks gedung dinas pendidikan nias ini,"kata Kasatpol PP Kabupaten Nias Nasochi Gulò.

Pemerintah Kota Gunungsitoli yang diwakili Asisten I Kurnia Zebua menjelaskan bahwa tujuan kedatangan puluhan satpol pp Gunungsitoli untuk membersihkan dan menata gedung sehingga program kota gunungsitoli dapat terwujud.

"Kami menginginkan kebersihan dan keindahan di Kota Gunungsitoli. Eks Kantor Dinas Pendidikan ini mau kami tertibkan dan tata sekarang ini. Kami ingin Satpol PP Kabupaten Nias meninggalkan lokasi ini karena Aset ini sudah menjadi milik Pemerintan Kota Gunungsitoli," Kata Kurnia Zebua.

Karena tidak ada kesepakatan antara kedua pihak, Negoisasi yang berlangsung hampir dua jam tersebut akhirnya buntu. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Wakapolres Nias pun akhirnya memberikan usul agar pihaknya yang menjaga untuk sementara kantor tersebut.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan maka biarkan kami dari pihak keamanan yang menjaga untuk sementara kantor ini. Satpol PP Nias dan Gunungsitoli silahkan kembali ke kantor masing-masing hingga ada keputusan dari kedua kepala daerah,"kata Wakapolres Nias Kompol Herwansyah Putra.

Pihak Pemerintah Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias akhirnya menerima usulan Wakapolres tersebut. Kedua belah pihak akhirnya memillih kembali ke kantor masing-masing sekitar pukul 18:00 WIB.

Pantauan wartanias.com, ratusan masyarakat datang melihat penertiban yang hendak dilakukan oleh Pemko Gunungsitoli itu. Ruas jalan karet yang melewati depan eks kantor disdik sempat ditutup oleh Satlantas Polres Nias menghindari kemacetan.

Untuk diketahui, Satpol PP Kabupaten Nias sejak Sabtu (19/02/2017) kemarin melakukan penjagaan di eks Kantor dinas pendidikan kabupaten nias tersebut. Kantor itu akan digunakan oleh Yaperti Nias sebagai tempat perkuliahan STIE.

Namun Pemko Gunungsitoli keberatan karena harusnya aset Pemerintah Kabupaten Nias yang berada di Kota Gunungsitoli harus diserahkan ke Pemko setelah lima tahun menjadi Daerah Otonomi Baru hasil pemekaran dari Kabupaten Nias sesuai peraturan yang berlaku. (Budi Gea)
Puluhan Satpol PP Gunungsitoli Dihalangi Satpol Nias Saat Menertibkan Eks Disdik Nias

Puluhan Satpol PP Gunungsitoli Dihalangi Satpol Nias Saat Menertibkan Eks Disdik Nias

Satpol PP Gusit bersitegang dengan satpol nias |Foto: Budi
Gunungsitoli,- Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gunungsitoli dihalangi oleh puluhan Satpol PP Gunungsitoli saat hendak menertibkan Eks Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Nias di Jalan Karet Kota Gunungsitoli, Rabu (22/02/2017) sore.

Sebelum Satpol PP Gunungsitoli mendatangi lokasi, pihak Pemko Gunungsitoli menyampaikan pemberitahuan melalui pengeras suara agar seluruh yang berada di dalam lokasi eks Gedung Disdik Nias untuk meninggalkan lokasi karena akan menertibkan dan menata gedung tersebut.

Karena tidak diindahkan, sekitar 30 menit kemudian puluhan Satpol PP Gunungsitoli datang kelokasi eks kantor dinas pendidikan tersebut.

Pihak Satpol PP Kabupaten Nias yang telah berjaga sebelumnya di dalam lokasi gedung menutup pagar bangunan dan tidak mengijinkan Satpol PP Gunungsitoli memasuki halaman.

Kemudian, masing-masing perwakilan dari Pemko Gunungsitoli yakni Asisten I Kurnia Zebua, Kasatpol PP Gunungsitoli Murni Dharma Zebua, Kabag Humas Kota Gunungsitoli Viktor Gea dipersilahkan melaukakan mediasi kepada Kasatpol Nias Nasochi Gulò dan Asisten Bupati Nias Desmond Zebua.

Mediasi yang dihadiri Wakapolres Nias tersebut hingga berita ini tayang masih berlangsung. Puluhan Personil Polres Nias diturunkan mengamankan lokasi.

Pantauan wartanias.com, ratusan warga memadati lokasi eks gedung dinas pendidikan kabupaten nias tersebut menyaksikan penertiban yang penuh ketegangan tersebut. (Budi Gea)
Selasa, 21 Februari 2017
Heboh..!! Wakil Bupati Nias Diduga Jadi Bos Tukang Penggal Kepala..??

Heboh..!! Wakil Bupati Nias Diduga Jadi Bos Tukang Penggal Kepala..??

Postingan Facebook Herman Jaya Harefa
Gunungsitoli,- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa menyebut bahwa Wakil Bupati Nias Arosòkhi Waruwu atau yang biasa dipanggil Ama Jhon diduga telah menjadi bos tukang penggal kepala manusia.

Hal itu diungkapkan Herman Jaya Harefa melalui Postingan Facebook  diakun resminya dengan nama Herman Jaya Harefa, Selasa (21/02/2017) pukul 10:30 WIB.

Pada postingannya itu, Herman Jaya menuturkan bahwa Wakil Ama Jhon telah mewanti-wanti Satpol PP Kota Gunungsitoli agar segera hengkang dari Eks Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Apabila tidak hengkang menurut Herman, Wakil Bupati akan menyuruh tukang penggal kepala dari Nias untuk memenggal kepala para Satpol PP.

Dijelaskan Herman Jaya, kata-kata tersebut diutarakan Bupati Nias kepada Anggota DPRD Gunungsitoli Dalisati Zebua yang disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli Marthinus Lase di Bandara Binaka Gunungsitoli, Senin (20/02/2017) kemarin pagi.

Berikut postingan akun Facebook Herman Jaya Harefa melalui akun resminya,

Terkait masalah Dinas pendidikan yg dipergunakan oleh STIE sebagai kampus, yg sebelumnya satpol PP Gunungsitoli sempat menjaga tempat itu, 

"wakil bupati Nias abang ama zi Jho mengatakan, jika satpol PP kota Gunungsitoli tidak hengkang dari kantor Dinas pendidikan maka sudah di siapkan 05 dari Gido untuk memenggal kepala mereka" 

Hal ini disampaikan oleh wakil bupati Nias abang ama si jho kepada Anggota DPRD Gunungsitoli Dalisati zebua ( 20/2) pukul 08.30 di binaka yg disaksikan oleh Wakil ketua DPRD Gunungsitoli Marthinus Lase dan juga hadir Darwis Zendrato Ass pemkab Nias. 

Jika benar pernyataan itu, ada dua pertanyaan yg timbul, pertama : 

Kapan wakil bupati Nias ama si jho yg dikenal publik tukang koperasi di medan berubah profesi jadi bos tukang penggal? 

Benarkah ada masyarakat nias yg disiapkan oleh wakil bupati Nias khusus profesinya tukang penggal? 

Pantaskah seorang wakil bupati Nias memiliki kelakuan seperti ini? 

Bahwa jika ini benar, kepada satpol PP kota Gunungsitoli agar mempersiapkan diri terhadap setiap teror sebagaimana kalimat wakil bupati Nias tersebut, 

Diharapkan klarifikasi dari wakil bupati Nias abang ama si Jho

Berita ini berdasarkan penuturan Sdra. Dalisati Zebua dan Marthinus Lase (  selasa, 21/2 ) saat kami sedang dalam perjalanan di manado menuju Tomohon sulawesi Utara. 

HERMAN JAYA HAREFA
KETUA DPRD GUNUNGSITOLI
Cc. Faeriani Zega, Saharman Harefa, Yunius Larosa, Jhon Ziliwu, Ariyanto Lase, Yanto Ue, April Yoman Zb, Ronald Zai, Imanuel Ziliwu, Yunifao Zebua, Alisokhi Harefa, Agust Zega Ama Tia, Dal Zebua, Frince Gea, Karya Batee, Faigi'asa Bawamenewi, Gea Sitahan, Berkat Laoli,

Kepada wartanias.com, Herman Jaya Harefa mengaku bahwa benar dirinya yang memposting hal tersebut. Hal itu ia lakukan agar para personil Satpol PP Kota Gunungsitoli bisa lebih berhati-hati lagi dalam melaksanakan tugasnya.

"Postingan itu benar. Saya merasa aneh kok sampai segitu cara bicara Wakil Bupati Nias. Hal itu saya rasa bukan hanya sebagai lelucon atau candaan, saya rasa wakil bupati itu serius mengatakan itu. Dan saya posting itu juga supaya Satpol PP lebih berhati-hati lagi dalam menjalankan tugasnya,"ujar Herman Jaya melalui telepon selulernya, Selasa (21/02/2017).

Sementara Dalisati Zebua juga mengaku bahwa Wakil Bupati Nias benar telah mengungkapkan kata-kata yang diduga ancaman tersebut kepada dirinya.

"Hal itu benar. Pak Wakil Bupati telah mengatakan itu. Dia ucapkan kata-kata itu saat saya bersama Pak Wakil ketua Marthinus Lase hendak berangkat keluar daerah di Bandara Binaka Gunungsitoli. Untuk lebih lengkapnya kan saya sudah komentari postingan pak Herman Jaya di Postingannya,"jelas Dalisati Zebua.

Wakil Bupati Nias Arosòkhi Waruwu ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya tidak menjawab meski terdengan nada sambung dari teleponnya, Selasa (21/02/2017). (Budi Gea)
Ayo Daftar !, KNPI Dan LPMP Akan Gelar Workshop Kependidikan di Gunungsitoli

Ayo Daftar !, KNPI Dan LPMP Akan Gelar Workshop Kependidikan di Gunungsitoli

Gunungsitoli,- Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Gunungsitoli dengan bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Utara akan kembali mengadakan Workshop Kependidikan pada 16 sampai 19 Maret 2017 di Hall Cendrawasih Gunungsitoli. 

"Maksud pelaksanaan workshop ini merupakan tindaklanjut workshop sebelumnya dan dimksudkan untuk meningktkan semangat kerja dalam dunia kependidikan yang berbasis karakter, inovatif sehingga mampu bersaing dengan dunia luar dan menambah kapasitas dan kompetensi pendidik dan pemerhatu pendidikan dalam upaya memajukan pendidikan di Pulau Nias,"kata Ketua DPD KNPI Kota Gunungsitoli Kariaman Zebua kepada wartanias.com, Selasa (21/02/2017).

Sedangkan tujuan pelaksanaan kegiatan workahop itu menurut dia agar pendidik dan pemerhati pendidikan di Kepulauan Nias pada umumnya dan di Kota Gunungsitoli mampu menciptkan suasana ruang dan akses yang layak bagi peserta didik dn terciptanya pengalaman belajar dan dialektika antara nilai yang diberikan oleh pendidik kepada anak dilingkungan sekolah dalam proses belajar mengajar.

"Workshop yang akan kita laksanakan ini juga bisa mengembangkan tata kelola sekolah, merancang, mengelola dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran serta mentransformasikan pengalaman belajar dan kegiatan pembelajaran kewirausahaan kepada peserta didik dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia menuju destinasi wisata nasional,"jelasnya.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan workshop tersebut adalah 'Kekuatan dari Pengajaran (the power of teaching)'.

"Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD dan PK KNPI se Kota Gunungsitoli bekerjasama dengan LPMP Sumatera Utara dan didukung oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli,"ujarnya.

Panitia workshop kependidikan tersebut mengharapkan peserta 200 orang daan diutamakan tenaga pendidik semua jenjang, dosen, mahasiswa dan elemen masyarakat.

"Fasilitas yang diperoleh oleh peserta yang sudah mengikuti workshop adalah sertifikat yang ditandatangani oleh LPMP Sumut dengan materi 32 JP,"katanya.

Adapun para narasumber yang direncanakan hadir adalah Widyasuara LPMP Sumut, Marinus Gea (Ketua HIMNI/Anggota DPR RI, Mayjen TNI (Purn.) Drs. Christian Zebua dan Dr. Faaso Ndraha.

Bagi pembaca yang ingin mendaftarlan diri untuk mengikuti workshop tersebut bisa datang langsung ke Sekretariat DPD KNPI Kota Gunungsitoli di Jalan Gomo Nomor 40 Kelurahan Pasar Gunungsitoli dengan membawa kontribusi atau uang pendaftaran sebesar Rp.200.000. (Anton L)
Ini Kronologi Terjadinya Dugaan Ciuman Massal PNS Di Nias Selatan

Ini Kronologi Terjadinya Dugaan Ciuman Massal PNS Di Nias Selatan

Dugaan ciuman massal PNS |Foto: Facebook
Nias Selatan,- Dunia maya sempat dihebohkan atas beredarnya sejumlah foto-foto oknum PNS yang diduga melakukan aksi ciuman massal di halaman kantor Bupati Nias Selatan pada 14 Februati 2017 yang lalu. Bahkan foto-foto ciuman PNS itu menjadi viral di sejumlah media sosial.

Ditemui dikediamannya, salah satu pasangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Nias Selatan Amsarno Sarumaha dan Lisrika Hura mengaku keberatan atas beredarnya sejumlah foto dugaan aksi ciuman massal dimana salah satu foto yang beredar tersebut termasuk dia dan isterinya.

"Saya keberatan yang diberitakan di media sosial yang tidak benar dan tidak sesuai dengan yang terjadi pada saat itu karena yang saya cium itu adalah cium pipi isteri saya sendrii dan ini isteri saya sendiri,"kata Amsarno Sarumaha didampingi Isterinya di Telukdalam Nias Selatan, minggu (19/02/2017).

Iapun menceritakan awal mula terjadinya dugaan ciuman massal antar pasangan suami isteri ASN tersebut. Menurut dia hal itu dilakukan hanya sebgai bentuk perayaan hari Valentine saja.

"Kronologinya pada saat itu adalah hari kamis dan kita tahu bahwa hari valentine. Pada saat apel pagi yang melaksanakannya adalah dinas Lingkungan Hidup. Pada saat itu kadis lingkungan hidup menjelaskan tentang pemanfaatan limbah-limbah dimana salah satunya adalah botol Aqua dan dijelaskan kadis lingkungan hidup bagaimana botol aqua itu bisa bermanfaat kembali dengab didaur ulang menjadi setangkai bunga,"tutur Amsarno.

Amsarno Sarumaha didampingi isteri |Foto: Budi
Kemudian tutup botol air mineral bekas yang sudah didaur ulang menjadi setangkai bunga itu dibagikan oleh Bupati Nias Selatan Hilarius Duha kepada masing-masing Pasutri PNS di Nias Selatan.

"Kemudian pak Bupati memanggil pasangan suami isteri kedepan dan karena momen valentine maka Bupati menyuruh kepada suami untuk mengecup kening isterinya sesudah itu ia memerintahkan isteri mencium kembali suaminya dan itulah yablbg terjadi. Setelah selesai itu baru dibagi bagilah bunga valentine tadi oleh Bupati bersama isteri bupati dan itulah kejadian yang terjadi sebenarnya,"ungkapnya.

Amsarno membantah dugaan ciuman massal yang terjadi di halaman kantor Bupati itu dianggap sebagai ciuman massal antar sesama PNS.

"Ciuman yang terjadi di kantor bupati itu benar adanya. Tapi bukan ciuman massal sebagaimana yang beredar itu. Karena yang dicium itu adalah suami isteri dan saya secara pribadi saat itu yang saya cium adalah isteri saya sendiri,"ujarnya.

Ditanya makna apa yang diberikan setelah melakukan aksi ciuman kepada isteri masing-masing, Amsarno berdalih hanya sekedar menunjukan rasa kasih sayang kepada pasangan masing-masing.

"Maknanya adalah karena kebetulan pada saat itu adalah momen valentine day. Kebetulan juga kita dinias selatan ini ada pasangan suami isteri yang pegawai disini itulah momennya makanya dikasihlah bunga itu,"katanya.

Ia menambahkan bahwa aksi yang membuat heboh dunia maya tersebut tidak melanggar budaya nias selatan sebab yang dia ciumi adalah pasangan mereka.

"Kalau menurut saya tidak melanggar budaya Nias, sebab isteri isterinya kok yang dicium kecuali kalau misalnya saya mencium isteri orang atau saya mencium cewek yang bukan pacar saya sendiri kalau saya belum menikah baru itu melanggar budaya dan adat Nias,"tambahnya.

Salah seorang perempuan warga Nias Selatan yang ditemui di sekitaran rumah dinas Bupati Nias Selatan mengaku sinis mendegar beredarnya foto-foto tersebut di dunia maya. 

"Pastinya sinis bang. Karena hal itu bisa membuat kita malu kepada orang. Walau yang berciuman itu pasangan resmi mestinya tidak dilakukan didepan publik. Saya kaget ketika melihat itu di media sosial Facebook. Pastinya malu lah bang,"ucap Lisjayanti Nehe kepada wartanias.com, minggu (19/02/2017).

Sementara Anggota DPRD Nias Selatan Aris Agustus Dakhi dari Fraksi Gerindra menjelaskan bahwa aksi dugaan ciuman massal yang dilakukan oleh sejumlah ASN tersebut telah melanggar budaya dan norma-norma yang berlaku di Nias Selatan.

"Budaya ciuman itu bukan budaya kita sebagai Indonesia Timur apalagi budaya kita orang Nias Selatan. Budaya valentine tidak pernah ada di Nias Selatan. Budaya Valentine itu ada di budaya barat. Menyangkut hal itu kami harus bersikap memberikan pendapat bahwasanya budaya itu tidak harus dilakukan di Nias Selatan apalagi yang melakukan ciuman masal itu adalah ASN,"katanya.

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah kabupaten Nias selatan. Media yang mencoba menemui Bupati di rumah dinasnya tidak bersedia menerima wartawan. (Budi Gea)
Senin, 20 Februari 2017
Terkait Aksi Ciuman Massal, DPRD Nias Selatan Akan Panggil Bupati

Terkait Aksi Ciuman Massal, DPRD Nias Selatan Akan Panggil Bupati

Aris Agustus Dakhi |Foto: Budi Gea
Nias Selatan,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias Selatan Aris Agustus Dakhi mengatakan akan memanggil Bupati Nias Selatan dalam waktu dekat terkait aksi ciuman massal yang dilakukan oleh sejumlah PNS di Nias Selatan saat hari Valentine 14 Februari 2017 yang lalu.

Hal itu disampaikan Aris Agustus Dakhi kepada wartanias.com di rumah aspirasi pejuang rakyat nias selatan tepat dikediamannya Telukdalam Nias Selatan, Minggu (19/02/2017).

"Sebagai wakil rakyat, kita akan mengusulksan di lembaga DPRD agar segera memanggil Bupati Nias Selatan Hilarius Duha untuk dengar pendapat serta meminta penjelasannya terkait aksi ciuman massal yang menghebohkan dunia maya tersebut,"kata Politisi Partai Gerindra tersebut.

Menurut dia, aksi ciuman massal yang dilakukan oleh sejumlah oknum PNS di halaman kantor Bupati tersebut telah mencoreng nama baik Nias Selatan dan budaya Nias secara umum. 

"Yang mereka lakukan itu sudah keterlaluan. Padahal kita sangat kental pada budaya timur kenapa sampai budaya kebarat-baratan tersebut di bawa-bawa kesini,"ujar Agus Dakhi kesal.

Menurut informasi yang didapatkan Agus Dakhi, aksi ciuman massal yang dilakukan di halaman kantor Bupati Nias Selatan itu adalah atas inisiatif pemerintah daerah. Ia sangat menjelaskan bahwa aksi ciuman massal tersebut tidak termasuk sebagai budaya Nias Selatan.

"Budaya Valentine tidak pernah ada di Nias Selatan. Dan saya tegaskan budaya itu seharusnya tidak harus dilakukan di Nias Selatan. Apalagi saya dengar yang melakukan aksi ciuman massal itu adalah yang berprofesi sebagai ASN di Kabupaten Nias Selatan,"tegasnya.

Untuk diketahui, dunia maya atau media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto-foto Sejumlah ASN di Nias Selatan melakukan aksi ciuman massal pada perayaan hari Valentine pada 14 Februari 2017 kemarin. 

Dari informasi yang diperoleh wartanias.com, pasangan PNS yang melakukan aksi tersebut merupakan pasangan suami isteri. 

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. (Budi Gea)
Minggu, 19 Februari 2017
Pasangan PNS Yang Berciuman Di Nias Selatan Ternyata Suami Isteri

Pasangan PNS Yang Berciuman Di Nias Selatan Ternyata Suami Isteri

Nias Selatan,- Pasangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukan aksi ciuman pipi dan kening pasangannya di halaman kantor Bupati Nias Selatan  ternyata adalah pasangan yang sah sebagai suami-isteri.

Hal itu disampaikan salah satu pasangan PNS yang fotonya tersebar di Media Sosial Facebook dan Twitter Amsarno Sarumaha dan Lisrika Hura kepada wartanias.com ditemui di kediamannya, jalan Diponegoro Kecamatan Telukdalam Nias Selatan, Minggu (19/02/2017).

"Yang berciuman itu adalah PNS yang berpasangan sebagai Suami dan Isteri di Lingkungan Pemerintahan Nias Selatan,"kata Amsarno Sarumaha.

Ia menjelaskan bahwa dia hanya mencium kening dan pipi isterinya serta ciuman itu menurut dia sah-sah saja. 

"Yang saya cium kan isteri saya. Bukan isteri orang lain atau perempuan lain. Kok banyak yang keberatan,"ujarnya.

Aksi ciuman itu menurut dia digelar saat momen hari valentine usai apel pagi di halaman kantor bupati nias selatan. 

"Di kantor kami telah membuat keterampilan bunga tangkai dari daur ulang tempat minuman bekas. Kemudian bunga itu dibagikan kepada para PNS oleh pak Bupati,"timpal isteri Amsarno Sarumaha menimpali.

Menurut pasangan PNS yang foto-foto mereka di unggah di media sosial itu, aksi ciuman pipi dan kening itu tidak melanggat budaya dan adat nias selatan.

"Kami punya hak melakukan itu karena kami pasangan suami isteri yang sah dimata hukum dan agama,"timpal Lisrika Hura.

Mereka juga mengaku aksi ciuman itu tidak dipolitisir maknanya sebagai ciuman massal.

"Karena yang melakukannya hanya kami sebagai PNS di Pemkab Nias Selatan,"tambahnya.

Sementara Bupati Nias Selatan Hilatius Duha dan Wakil Bupati Nias selatan Sozanolo Nduru ketika hendak dikonfirmasi sedang keluar daerah.

Sekretaris Daerah Nias Selatan juga tidak bisa ditemui dan dikonfirmasi mesti sudah disambangi ke rumahnya dan rumah dinas Bupati Nias Selatan. (Budi Gea)
Sabtu, 18 Februari 2017
Tokoh Pemuda Nias: Pemkab Nias Punya Hak Menggunakan Eks Kantor Disdik

Tokoh Pemuda Nias: Pemkab Nias Punya Hak Menggunakan Eks Kantor Disdik

Eks kantor disdik Nias |Foto: Budi Gea
Gunungsitoli,- Mendengar banyaknya warga Kota Gunungsitoli yang mengatasnamakan LSM dan lainnya mengkritisi pengalihfungsian eks kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias di Jl Karet Kota Gunungsitoli atau depan Gereja Santa Maria, menurut Onlihu Ndraha selaku tokoh pemuda Kabupaten Nias mereka itu hanya ingin membuat sensasi yang tidak berarti.

"Itu mereka yang lagi mengkritisi pemakaian eks kantor Disdik oleh STIE Pembnas hanya buat sensasi yang tak berarti saja" kata Onlihu saat Wartanias meminta tanggapannya di kompleks gedung KNPI Gunungsitoli.

Menurut mahasiswa STIE Semester VIII itu, pihak manajemen kampus menggunakan gedung dimaksud atas rekomendasi yayasan. Tentu itu pasti seizin pemerintah daerah. Terkait penyerahan aset, tidak segampang membalikkan telapak tangan.

"Riak ini seperti dulu lagi ketika hendak merebut Lapangan Merdeka dan Pendopo Bupati Nias. Jadi jangan bermimpi mereka". Pemerintah Kabupaten Nias punya hak mengelola aset yang masih ada di lingkup Kota Gunungsitoli, untuk mengatasi kisruh yang tengah terjadi di tubuh STIE.

"Saya mendukung jika eks kantor itu dijadikan kampus STIE sementara,"katanya.

Sementara Ketua STIE Pembnas Nias Fatolosa Hulu ketika dimintai tanggapanya tidak bisa dihubungi. Wartanias.com beberapa kali mencoba menghubungi Fatolosa melalui telepon selulernya namun tidak dijawab meski terdengar nada sambungnya.

Untuk diketahui, sejak pengelola STIE Pembnas Nias membersihkan gedung Eks Dinas Pendidikan Kabupaten Nias untuk dijadikan kampus, Puluhan Satpol PP Kota Gunungsitoli berjaga di Pos Satpam yang ada di halaman kantor tersebut.

"Kami diperintahkan pimpinan untuk menjaga gedung ini supaya tidak dijadikan sebagai kampus,"kata salah seorang anggota Satpol PP Gunungsitoli. 

Sementara pihak Yayasan Perguruan Tinggi (Yaperti) Nias tidak bisa memberikan keterangan kepada wartanias.com.

"Saya tidak ada wewenang mengomentari itu pak. Saya hanya staf disini,"kata Imanuel Hura salah seorang pegawai di Kantor Yaperti Nias, Jumat (17/02/2017).

Sekretaris Yaperti Nias juga mengaku tidak bisa menanggapi hal tersebut. Ia menyarankan media mengkonfrmasi langsung kepada ketua Yayasan.

"Silahkan hubungi ketua yayasan saja pak. Saya tidak bersedia,"kata Foaro Hulu sekretaris Yaperti Nias.

Ketua Umum Yaperti Nias Firman Yanus Larosa yang juga sebagai Sekretaris Daerah Kebupaten Nias tidak bisa dikonfirmasi. Nomor telepon pribadinya tidak diangkat meski terdengar nada sambung. (Budi Gea)
Kantor KPU Kabupaten Nias Disegel Oleh Pemko Gunungsitoli

Kantor KPU Kabupaten Nias Disegel Oleh Pemko Gunungsitoli

Kantor KPU Nias disegel |Foto: Budi Gea
Gunungsitoli,- Kantor Komisi Pemihan Umum (KPU) Kabupaten Nias di Jalan Diponegoro No. 478 Miga KM. 5 Gunungsitoli disegel oleh Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli, Kamis (16/02/2017).

Penyegelan tersebut dilaksanakan oleh puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gunungsitoli berdasarkan perintah Wali Kota Gunungsitoli.

"Kami melakukan penyegelan berdarkan perintah Wali Kota Gunungsitoli,"kata Kasatpol PP Murni Dharma Zebua di Kantornya, Jumat (17/02/2017).

Menurut Murni Dharma, bangunan yang dijadikan sebagai Kantor KPU Kabupaten Nias tersebut merupakan aset Pemko Gunungsitoli.

"Itu merupakan aset pemko gunungsitoli. Bangunan dan tanah kantor KPU itu  tercatat di bagian Aset Pemko Gunungsitoli,"ujarnya

Pihaknya juga mengaku telah beberapa kali menyurati KPU Nias dalam bentuk teguran terkait penggunaan bangunan tersebut namun tidak diindahkan.

Pantauan wartanias.com, penyegelan yang dilakukan Pemko Gunungsitoli di Kantor tersebut yakni dengan memasang papan merk berupa pengumuman yang memberitahu bahwa tanah dan bangunan kantor itu milik Pemko Gunungsitoli. Selain itu Satpol PP juga menggembok pagar kantor KPU.

Namun dari informasi yang diperoleh, setelah adanya upaya negosiasi antara KPU Nias dengan pihak Pemko Gunungsitoli, pagar KPU telah dibuka kembali oleh Satpol PP. Namun papan merk masih terpasang di halam kantor KPU.

"Permasalahan ini akan kita bicarakan hari senin ini di Kantor KPU pak, jadi hari senin saja lah kita berikan penjelasan kepada Media ya,"kata Ketua KPU Nias Abineri Gulò singkat melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (18/02/2017).

Ditambahkan Abineri, permasalahan terkait kantor KPU tersebut akan dibicarakan antara Pemko Gunungsitoli, Pemkab Nias dan pihak KPU. (Budi Gea)
Jumat, 17 Februari 2017
Diduga Over Dosis, Penyanyi Organ Tunggal Ini Tewas di Atas Panggung di Mandrehe

Diduga Over Dosis, Penyanyi Organ Tunggal Ini Tewas di Atas Panggung di Mandrehe

Korban meningal diduga OD |Foto: Markus
Gunungsitoli,- Diduga Over Dosis, Seorang wanita penyanyi organ tunggal dengan inisial VS (32) warga jalan Nilam Kota Gunungsitoli tiba-tiba tewas di atas panggung saat menghibur penonton di acara malam gembira di rumah salah satu warga di Desa Fadoro Kecamatan Mendrehe Barat Kabupaten Nias Barat, Jumat (17/02/2017) tadi pagi sekitar pukul 04:00 WIB.

Kapolsek Mandrehe AKP SP.Siringo-Ringo melalui Ps. Paur Humas Aiptu O. Daeli menjelaskan bahwa Informasi yang didapatkan Polisi bahwa VS di ajak oleh SG als Hamu warga Desa Fadoro Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat  untuk mengisi Acara Malam Gembira di rumah FG  als Ama Wati pada Kamis (16/02/2017) di Desa Fadoro Kecamatan Mandrehe  Kabupaten Nias Barat.

"Sekitar pukul 04.00 Wib pagi, tiba-tiba VS terjatuh diatas panggung. Pada saat itu diberikan pertolongan pertama yakni di bawa ke Puskesmas Desa Fadoro. Namun korban tidak tertolong dan meninggal dunia,"kata Aiptu O Daeli.

AKP SP. Siringo-Ringo menambahkan bahwa penyebab pasti kematian korban belum dapat di Pastikan dan masih dalam Penyelidikan Polisi.

"Perlu di jelaskan bahwa Informasi yang beredar saat ini bahwa korban meninggal dunia karena Over Dosis, kami tidak mengetahui informasi itu berasal dari mana,” Ujarnya.

Sementara itu pengakuan Ibu korban Yuliana Fau alias Ina Elvin (59) kepada Polisi mengatakan bahwa pihaknya baru mendengar kabar kematian korban tadi pagi dan belum mengetahui penyebabnya.

"Polisi akan terus menyelidiki penyebab kematian korban dan akan memeriksa sejumlah saksi,"tambahnya. (Budi Gea)
Back To Top